Wednesday, August 13, 2008

Notes from Perth: Celebrate our Life! (part 1)

Kadang memang sesuatu yang tidak pernah kita pikirkan dan kita bayangkan, diberikan kepada Tuhan dengan maksud yang tidak pernah kita kira. Tetapi pastinya, mendatang kebaikan bagi orang-orang yang mengasihi Dia.
Demikian juga kepergian saya dan suami selama 11 hari ke Perth, Western Autralia. Dalam benak kami, tidak pernah sekalipun terpikir ‘ingin’ mengunjungi benua itu. Mungkin karena kurangnya cerita dan hal-hal yang membuat kami ingin ke sana. Riko lebih ter ekspose dengan Amerika, dan saya sendiri lebih ter ekspose dengan negara-negara di Eropa. Jadi kalau punya duit, ya mendingan ke Amerika/Eropa daripada musti ke Australia hehehe…

Tetapi memang hidup saya dipenuhi dengan kejutan-kejutan yang membahagiakan.
Riko mendapat tawaran untuk pelayanan seminar Celebrate love and live, dan Kekayaan Iman Katolik sejak tahun lalu, tetapi karena pekerjaan yang baru kami rintis, komunitas yang juga lagi sibuk-sibuknya, kegiatan keseharian yang kami khawatir untuk tinggalkan terlalu lama, membuat kami berpikir berkali-kali waktu akan berangkat.
Sampai visa pun baru kelar 2 hari (diselingi 1 hari public holiday) dan issued tiket baru siang nya dan kami berangkat malam itu juga. Itu bukan kebiasaan saya pastinya! Saya tidak pernah bisa melakukan satu rencana mendadak seperti ini tanpa kepastian. Tapi kali ini ngga tahu kenapa, saya tenang-tenang saja dan membiarkan riko yang ngurus dan saya tidak banyak ikut campur.

Akhirnya tibalah keberangkatan kami dengan delay 45 menit! Jadi kami baru berangkat 1.45 pagi! Judulnya ngga bisa tidur di pesawat hehehe… Kami naik Qantas dengan waktu tempuh perjalanan selama 4 jam.
Kami sampai di bandara International Perth pagi-pagi sekali. Jam 6.45 pagi. Puji Tuhan embarkasi lancar. Sampe di luar udara dingin mulai menyambut kami. Ngga tahu deh berapa derajat, tapi mungkin 10°C ada kali, atau di bawah itu…? Kami dijemput dengan orang-orang yang belum kami kenal (tentunya… namanya juga baru pertama kali… hehhee)… akhirnya setelah kenalan… we found out nama mereka adalah Albert (ketua Turrist Orationist Ministry (TOM/ kelompok karismatik muda-mudi di Perth) dan Maria (ketua acara 2 seminar yang akan diselenggarakan). Saya pikir tadinya mereka suami istri hehehe… abis pagi2 bolong gini udah sama-sama… rajin amat! Hehehe…
Sampai di luar kami ketemu dengan Oom Adri Sudjana yang ternyata juga ikutan jemput kami! Wah.. jadi tersanjung nih… djemput rame2 booowww! Hehehe… senangnya!
Oom Adri ternyata adalah mertua Albert dan bukan papa nya Maria… hehehe… sekarang jadi jelas… ternyata… Maria BUKAN istri Albert! (*ngga penting kali ya dibahas* hehehe…)

Dalam perjalanan dari airport ke rumah Tante Mei (tempat kami akan menginap), di salah satu bagian jalan, saya melihat sesuatu yang sangat indah. Hari cerah dan tidak habis hujan, tapi ada busur pengharapan yang terhampar dari satu sisi bumi ke sisi bumi yang lain. Busur yang menyatakan janji Tuhan terhadap Nuh dan keluarganya setelah banjir besar yang memusnahkan kehidupan umat manusia. It’s the rainbow of hope. Dan saya mendegar bisikan lembut dalam hati saya, bisikan yang membawa sukacita dan menguatkan: “Aku tidak akan pernah berhenti memberikan pengharapan kepadamu, sehingga kemanapun kakimu melangkah… engkau akan menbagikan pengharapan itu kepada orang banyak…”
Rasanya waktu itu, mata ud mau banjir. Cuma ngga mgkn kan nangis di depan orang-orang yang baru saya kenal? Ntar disangka gila lagi… atau utopia (kayak toko bakery di deket rumah Tante Mei hehehe) datang-datang ud nangis-nangis hehehe…


Hari itu kami isi dengan makan siang pertama dengan Rm.Ari (setelah jemput Rm.Ari dari les Inggris… yeaaahhh… sekolah sekolah! Hehehe) , moderator kelompok WAICC (Western Australia Indonesia Catholic Community) di Perth, bersama dengan Tante Mei, Maria, dan Yuli (ketua seksi acara seminar ini)
foto diatas setelah makan dim sum di city lagi nunggu Tante Mei ambil mobil krn hujan!

Malam hari nya kami bertemu dengan begitu banyak orang yang masih susah banget ngapalinnya! Semua kenalan, gk ada satupun yang saya ingat namanya.
Kelemahan saya memang hal seperti ini… kadang malaaaaassssssssssss sekali ketemu dengan orang baru karena harus xtra effort buat kenalan dan ber haha hihihi…
Mala mini kami disuguhi dengan masakan Tante Mei yang (selalu) enak… Menu BIM BIM BAP! Dan daku pun mengejar-ngejar Tante Mei buat minta resepnya! Makanan enak emang bikin hati senang hahaha…



Akhirnya tiba di Seminar Celebrate Love and Life (CLL) hari I. Dimulai jam 10 pagi dengan Praise and Worship, lalu Session I diisi oleh Riko Ariefano dengan session The Fathers’ Heart yang isinya mengenai Gambaran Bapa yang banyak rusak karena gambaran Bapa kita di dunia yang tidak dapat dipenuhi dengan baik. Lalu session II diisi kembali oleh Riko session II Singleness: The Happiest people on Earth. Session III saya isi dengan session Courtship: Choosing Your Soulmate, dan hari itu kemudian ditutup dengan Talk Show Iman Katolik mengenaik semua yang berhubungan dengan moral. Pertanyaan meliputi soal: masturbasi, kontrasepsi, aborsi, nonton film porno, dan imam wanita.
Suasana memanas ditengah udara yang tetap dingin dari pagi hehehe…

Dan hari itu pun berakhir…


Malam nya setelah dari seminar, dan dinner di rumah, rame2 kami pergi ngopi dan DOME daerah Applecross situ. Di mana-mana… ngopi ngga pernah ketinggalan! Lumayan rame juga… dari Cuma Riko Saya, Tante Mei, Iicha, Maria, Lisa, dan Surya, munculah Tommy Chika, Teddy, Bebeth.. akhirnya ada session pindah deh ke Dome… hehehe… Ngga beda sama di Jakarta.


Hari ke 2 seminar setelah misa Indonesia… seminar dilanjutkan dengan Session V: Sex in The City yang saya bawakan mengenai Kebohongan-kebohongan yang dipercayai orang muda soal sex, hubungan sex sebelum pernikahan, proses penciptaan (selalu aja gw mewek kl ngomong soal ini, malu2in dah!), dan memasangkan mereka sedikit video soal aborsi.
Lalu sessi hari itu diakhir dengan Session soal Marriage oleh riko, dan tanya jawab.
Over all… semua berjalan dengan sangat baik… dan ngga disangka-sangka tanggapan mereka sangat baik. Ngga ada yang kelihatan boring selama 2 hari itu. Bener2 supportive audience deh hehehe…


Setelah makan bersama di tempat acara… saya dan riko ‘diculik’ buat ngopi di daerah yang namanya Burswood dan ngopi di lobby hotel Intercontinental sampe malem booowww…


Untung Tante Mei sudah membekali kami kunci rumah jadi ngga nyusahin mereka.

Tugas seminar saya sudah selesai. Tinggal riko yang masih banyak bawain session di Minggu itu… Tetapi We are celebrating our life by sharing it with others. Our failure, our journey of love, our pain and hurt moments in the pass… Lets all be His Glory and blessing for others.
Thank you Lord!

To be continued… Notes from Perth: A week full with Adventure! (part 2)

Meeting New People... Friends are like Stars... They're Everywhere!

Kepulangan kita dari Perth membawa berkat baru dalam kehidupan kita berdua.
New Friends! (both of us always cherish friendship)
They are like stars... They are everywhere!
Mereka memberkati kita berdua dengan banyak hal baru, petualangan baru, dan pengertian baru dalam kehidupan pernikahan kami berdua.
Thank God for the blessings! And also the weight gain! Yeaaahhhh...
Cerita lengkap menyusul ya! (lagi nulis cerita panjang nih... hehehe...)


Take a pic, on one cold and windy night... di tempat yang katanya the best pizza in the world. Mundaring.





with Oom dan Tante yang banyak mengajarkan kita tentang kehidupan, the wisdom of life.









housemates selama 11 hari :-) (minus Erlin, lupa take a pic with her... itu foto colongan dari facebook Erlin haha...)


to be continued...

Thursday, July 24, 2008

Motherhood... Brain damage..? (a reflection)


Beberapa minggu yang lalu, gw kumpul2 sama teman2 SMP yang udah 20 tahun ngga ketemu (gooossshhh... sound so olddd... 20 years... 20 tahun yang lalu ud bisa pacaran... hehehe...), lucu juga sih... ketemu-ketemu lagi semuanya ud berwajah lebih hhhhmmm... 'bijaksana' di bandingkan 20 tahun yang lalu... ya iya laaahhh... (masa ya iya dong.. hihihihi... *garing*)

Beberapa di antara kami sudah punya anak2 yang sebentar lagi ABG. Dari percakapan di antara kami, ada satu kalimat yang dilontarkan salah satu teman gw soal kehidupannya sekarang... 20tahun sejak lulus SMP, dan mungkin 10 tahun motherhood. Kata dia, "Sekarang gw ud susah mikir, mertua gw kadang suka godain.. 2+8 berapa? (sambil dia ekspresiin ngitung pake jarinya), gw ud bingung jawabnya..." hehehehe... Saat itu gw ketawa kenceng...
Tapi dalam hati gw mikir... Aduuuhh.. sampai segitunyakah kehidupan istri-istri yang hanya di rumah urus suami dan anak?
Sampai segitukah kehidupan motherhood yang 'jauh' dari kegiatan-kegiatan yang bersifat sosialisasi produktif dan ngga cuma gosip dan ngomongin hari2 doang?

Banyak diantara teman-teman gw, ibu-ibu muda yang sangat produktif. Temen gw Anast misalnya, dia bekerja dari pagi sampai sore, tapi masih bisa atur waktu buat suami, anak, ortu, mertua, dan kadang pelayanan. Dan ngobrol sama dia ngga melulu soal anak dan suaminya (biarpun memang dominasi pasti soal itu... ya pastilah... org itu hidupnya dia...)
Tapi ada teman gw satu lagi yang stay di rumah tetapi akhirnya menjadi seseorang yang jauuuuhhhh... sekali dari teman yang gw kenal semasa dia belum menikah. Dari hamil dia sudah sering bilang, "Sejak hamil otak gw jadi bego... kayaknya semua diserap anak gw..."
Hhhhhmmm... sejak itu memang dia stay at home mom, tetapi dipenuhi dengan kekhawatiran akan anak-anaknya, sangat labil, dan mungkiiiinnnn... dia mempercayai apa yang dikatakannya... dan jadi 'bego' beneran... :-)

Semuanya itu membuat gw berpikir... hidup kita selalu berubah. Sebagai wanita, kadang perubahan itu demikian drastisnya... sehinggga yang terjadi bukan hanya perubahan keadaan, tetapi juga perubahan fisik dan mental. Yang kadang terjadi di luar yang kita bayangkan.
Tetapi itu hebatnya seorang wanita... Mereka mampu bertahan melalui itu semua. Dan dari waktu ke waktu begitu semua wanita yang 'pass on' the legacy ke anak-anak mereka atau ke generasi yang ada di bawah mereka. Dan apa yang mereka percayai, itulah yang mereka turunkan sebagai legacy ke anak-anak mereka.

So... mothers... women... friends of life... my sisters...
Lets make a history of our life. Lets make a great legacy to our next generation.
Ada satu ayat dalam Kitab Suci yang berkata: "Terjadilah sesuai imanmu...!"
Apa yang kita imani akan diri kita saat ini?
Bagaimana kita memandang diri kita saat ini?
Percayalah... its not only about yourself, because we live to share.
Dan apa yang kita bagi, adalah apa yang kita percayai.
Its really a one find day when God created us. Not only fine, but great and perfect day...! So.. we are perfect friends.. :-)
Dan gw percaya, ke 'perfect'an itu akan menjadi tambah sempurna saat kita membagikannya kepada sekeliling kita.
Don't ruin your perfectness by believing something thats not real.
Karena semua kesempurnaan tinggal tetap sampai hari kita menghadap kembali ke pencipta kita. Dan motherhood tidak merampas itu semua... bahkan menambahkan semuanya itu...

Motherhood memberikan kesempurnaan atas jati diri wanita
Motherhood memberikan kesempatan untuk berbagi kesempurnaan
Motherhood memberikan privilage untuk justru mempercayai bahwa makin hari kita makin sempurna karena diberi kesempatan untuk meneruskan legacy kita di dunia ini.

So.. Mothers... celebrate your days...
Celebrate your calling
Celebrate your body, mind, and spirit
Celebrate love and life!

PS. I am not a mother yet... but the spirit of motherhood stays in me. And I am happy with this spirit whos nurture me with so many great things that will happend to me. Amen.

Di bawah ini ada satu artikel yang menarik. Please enjoy your reading:


Kapasitas Otak Kita Hanya Dipakai 1 Persen

Drektur Brainic Institute yang juga pengarang buku Be an Absolute Genius, Sutanto Windura mengatakan, potensi dan kemampuan otak manusia pada dasarnya sama. Bahkan, semua anak adalah genius absolut.

"Tidak ada anak yang bodoh, hanya sebagian besar otak kita tidak terlatih. Bayangkan, pada umumnya potensi dan kapasitas otak manusia hanya dipakai kurang dari 1 persen, sisanya tidak pernah dipakai dan dilatih dengan baik," kata Sutanto dalam diskusi dan bedah buku terbatas Be an Absolute Genius di Toko Buku Gramedia, Jln. Merdeka Bandung, Sabtu (24/5).

Menurut Sutanto, jika saja manusia menggunakan 8 persen kapasitas dan potensi otaknya, dia akan menjadi profesor dan ahli dalam berbagai bidang. Dia pun akan mampu menguasai sedikitnya 18 bahasa asing.

Sutanto yang kerap disebut sebagai pelatih otak ini menuturkan, kecerdasan seseorang sebenarnya tidak ditentukan oleh IQ yang tinggi. Salah besar jika hanya anak ber-IQ tinggi yang dikatakan genius.

"Apakah dengan IQ tinggi dia bisa berhasil dalam hidupnya? Berhasil dalam hal akademik mungkin sebab IQ hanya ditentukan oleh dua elemen kecerdasan di dalam otak, yakni bahasa dan logika. Sementara secara keseluruhan, otak memiliki 8 elemen kecerdasan, termasuk kecerdasan bergaul, bergerak, dan lain-lain," tuturnya.

Menurut Sutanto, semua orang bisa menjadi genius asalkan otaknya dikelola dengan baik. Keseimbangan otak kanan dan otak kiri harus dijaga agar keduanya bisa bekerja secara seimbang. Otak pun harus dibiarkan bekerja secara alami sesuai dengan fungsi otak sebagaimana mestinya.

"Sistem pembelajaran di sekolah yang konvensional mayoritas hanya mengoptimalkan kerja otak kiri dengan menjejali materi pembelajaran tanpa diberi tahu bagaimana cara belajar," ungkapnya.

Padahal, kata Sutanto dengan menyeimbangkan kerja otak kanan dan kiri maka hasil pembelajaran yang diperoleh akan maksimal. Keseimbangan antara kemampuan otak kiri dalam mengenal tulisan, bahasa, angka, menganalisis, logika, dan hitungan, dengan kemampuan kerja otak kanan yang mengatur konseptual, seni/musik, gambar, warna, emosi, imajinasi, dimensi, sampai melamun akan menghasilkan manusia genius.

"Tidak perlu terus memberikan materi pelajaran yang berjubel dan hanya menyuruh siswa untuk mencatat. Sesekali biarkan daya imajinasi anak berkembang. Lakukan berbagai cara pengajaran dan diselingi dengan praktik," katanya.

Kendati demikian, Sutanto mengaku cukup sulit mengubah cara belajar konvensional di sekolah. Solusinya adalah orang tua harus tahu dan paham bagaimana mengoptimalkan kemampuan anak dalam belajar di rumah. Bagaimana agar anak menyukai belajar seperti halnya mereka menyukai Play Station dan nonton kartun.

"Libatkan selalu otak kanan dalam setiap pembelajaran anak. Analogkan dengan gambar, warna, dimensi, atau ruang sehingga lebih mudah diingat. Tekankan juga mengenai manfaat satu mata pelajaran jika anak sudah tidak suka dengan mata pelajaran tersebut. Ciptakan suasana positif dalam belajar, jadikan belajar sebagai sesuatu yang menyenangkan," tuturnya.

(A-157) pikiran Rakyat

Saturday, July 19, 2008

Dare to Change?


Dari kecil gw selalu jadi orang yang pengenannya banyak... tapi yang ada kemudian bosen dan kagak pernah selesai.
Les piano berhenti di tengah-tengah, thanks to my mom yang ud 'maksa' gw ngelanjutin sampe 8 tahun itupun on and off tapi manfaatnya gw rasakan sekarang.
Les tennis berhenti di tengah-tengah krn males bangun tidur siang, semangatnya cuma 1 semester krn ada cowok yang gw taksir waktu ABG, dia pergi, tennis pun berlalu hihihihi...
Les ballet yang ada cuma nge gedein betis gw (yang id gede ini...), berhenti di tahun ke 3 gara2 berasa minder ama badan temen2 gw yang cenderung langsing dan badan gw yang cenderung 'langsung' (mksd gw besar dari atas ampe bwah di setiap sisinya hehe...)
Pokoknya banyak yang lain deh...
Main game juga ngga pernah ampe abis... susah dikit... ganti game lain. Dulu gw mikirnya.. mau maen aja kok dibikin susah... matiin aja hehehe...

Karakter ini yang membuat gw khawatir... gw bisa ngga ya gw jadi mommy? Ntar gw bosen lagi ama anak gw... kan kagak bisa tengah2 gw kasih org lain/ gw telantarkan/ gw matiin (hihihihi... ngeri amat! emang nyamuk!)
Dan semakin dewasa, kayaknya ngga mungkin mempertahankan sifat bosenan gw ini.
Masak.. gw bosen ama suami gw.. kan repot!

Lama-lama hari demi hari banyak banget ya yang musti di improve dari diri gw (hhhmmm *thinking mode* garuk-garuk)
So help me God! :-)

Sunday, July 13, 2008

SAVOR THE COFFEE


A group of alumni, highly established in their careers, were talking
at a reunion and decided to go visit their old university professor,
now retired. During their visit the conversation soon turned into
complaints about stress in their work and lives.

Offering his guests coffee, the professor went to the kitchen and
returned with a large pot of coffee and an assortment of cups-
porcelain, plastic, glass, crystal, some plain looking, some
expensive, some exquisite, telling them to help themselves to the coffee.

When all the alumni had a cup of coffee in hand, the professor said:
"Notice that all of the nice looking, expensive cups were taken up,
leaving behind the plain and cheap ones. While it normal for you to
want only the best for yourselves, that is the source of your problems
and stress. Be assured that the cup itself adds no quality to the
coffee. In most cases it is just more expensive and in some cases even
hides what we drink.

What all of you really wanted was coffee, not the cup, but you
consciously went for the best cups.and then you began eyeing each
other's cups.

Now consider this: Life is the coffee; your job, money, and position
in society are the cups. They are just tools to hold and contain Life.
The type of cup one has does not define, nor change the quality of
Life a person lives. Sometimes, by concentrating only on the cup, we
fail to enjoy the coffee God has provided us."

God makes the coffee, man chooses the cups. The happiest people don't
have the best of everything. They just make the best of everything.
Live simply. Love generously. Care deeply. Speak kindly.

(Author Unknown)

Tuesday, June 24, 2008

Don't Let The Sun Go Down On Me


As usual… After watched the Oprah Show… enjoying my coffee time alone in the middle of the week…
Lagi abis ngebahas soal The Miracle of the Middle Age. Lagi banyak nara sumber dari wanita-wanita yang turn to 40 and 50.
Still 5 years to go for me buat jadi 40. Tapi kok kayaknya akhir2 ini, hidup gw terasa begitu melambat dan rasanya gw kehilangan my spirit of womanhood. Semuanya terasa begitu loss in control dan sampai pada keadaan kadang-kadang… I don’t know who I am dan kehilangan makna dari apa yang gw perjuangkan selama ini.
Dan keadaan ini sangat membuat emosi gw up and down. Bday kmrn gw nyaris tidak bangun dari tempat tidur. Mungkin orang-orang di sekitar gw menganggap itu bagian dari hobby tidur gw dan krn hari itu hujan sepanjang hari. Tetapi honestly… that’s the way I want to spend my special day. Gw berharap tertidur dari tanggal 13 malam dan terbangun di tanggal 15.I tried so hard to be positive and happy but sometimes we have to face the reality the way it is.

And watching Oprah today (and pray hard this whole week) I’m starting to cherish my days (again).

Beberapa wanita mulai menemukan apa yang dia inginkan dalam kehidupan mereka di usia mereka yang ke 50. Dan gw bersyukur sekali gw diberanikan melangkah di usia yang jauh di bawah mereka.
Di usia ke 32 gw keluar dari satu perusahaan yang memberikan gw comfort zone yang luar biasa. Waktu itu gw berpikir… I am the luckiest woman on earth. Dapat kerjaan yang ok dengan gaji yang ok. Disayang ama bos (at least gw merasa disayang, gak tahu kl ke GR-an hehehe…), dapat mobil sendiri biarpun mobil kantor, dapat memenuhi hobby travelling gw dan nginep di hotel2 berbintang.
Tapi ‘beruntung’ gw punya suami yang selalu ngga betah hidup di comfort zone. Dia yang selalu (dengan caranya) mendorong gw untuk expand my capacity.
Dari situ akhirnya gw memutuskan untuk kembali belajar hal baru. Dan sekarang, di usia yang ke 35 gw ud punya 2 klinik sendiri (biarpun kongsian, yang penting ud owner kan…? Hehehe…)
And I look at my life now… kemudian mencoba mengerti apa yang di bahas dalam acara Oprah yang gw tonton barusan… Setiap tahap dari kewanitaan kita adalah usaha untuk mengerti siapa diri kita, apa yang kita sukai dan kemudian open up our wings and fly as high as we can.
Dari waktu ke waktu, kita menjalani kehidupan ini dengan begitu cepatnya… sampai terkadang kita lupa memaknai setiap waktu yang terlewat melintas dalam hari-hari kita.
Kita mencapai usia 20 dan begitu excitednya menghadapi kelulusan sekolah kita, hari pertama di kerjaan, kekasih yang berganti, mempersiapkan hari-hari menjelang pernikahan, bahkan merawat anak-anak yang masih balita… tanpa menyadari usia beranjak ke angka 30…
Di usia 30.. kita mulai menyadari banyak hal, kesalahan-kesalahan yang kita buat dan kemudian berusaha menjadi lebih baik. Many ups and downs… bahkan kadang kita tidak mampu melaluinya krn semuanya terasa begitu… tidak tertolong lagi…
Sampai kemudian… waktu berlalu dan kita mencapai usia 40… kita masih belum menyadari apa yang kita mau dalam kehidupan kita kecuali menghabiskan hari demi hari untuk memenuhi hidup sehari-hari.

My marriage life is like a rollercoaster. Especially when you have a husband with visions and never feel comfort in his comfort zone.
But I think… (I think lho… kadang kl lagi ngga ‘dong’ suka cape juga hehehe…) this is my blessing.
At the age of 35… I learn so much.
I learn about my self, my emotions, my dreams, my purpose of life, and day by day I never let the sun go down on me!
I keep talking to my self how precious I am. How God loves me and He gives me so much that I can open up my wings and fly…
Kadang orang bilang gw narsis, tapi tanpa maksud apapun yang membuat org terganggu dengan itu… gw melakukan itu untuk terus mengingatkan ke diri gw… kalau gw punya a big big big potential to grow! Karena kadang kenyataan tidak mengatakan itu ke hari-hari gw… bahkan kadang gw merasa it’s time to quit! Tetapi ada seseorang yang pernah bilang: I do not believe in failure. It is not failure if you enjoyed the process.

So… Now I’m in that process. And I cherish my sanctuary time like this… to reflect and gain all the power that I have and never ever let the sun go down.. no matter how old I am! No matter how many failed things I did… I am a woman in process. I'm just trying like everybody else. I try to take every conflict, every experience, and learn from it. Life is never dull.

I never let the sun go down on me!

Yeaaaahhhh…

Wednesday, June 11, 2008

Can't Wait!

Kemarin dulu beberapa sahabat datang ke rumah kami tengah malam untuk ngasi Surprise Cake buat Riko. Yup... tgl.10 kmrn adalah my hubbys' bday. Gw sama dia emang cuma beda 4 hari.
Jadi... beberapa hari lagi, ceritanya I'm gonna turn 35 nih...

Rasanya kok waktu berjalan demikian cepat, dan gw ngerasa kayaknya tahun ini, gw menghadapi kenyataan-kenyataan yang musti gw hadapi. And they ARE (ya ampunnn... bukan cuma 1 hehehe!) :
1. Kayaknya mata gw kok, hhhhmmmm... ini memalukan tapi tanda-tandanya kok ada... tulisan lebih jelas kl gw liat di jarak yang agak jauh... :-(... tanda-tanda dari...? hayo tebak!
2. Gw harus menerima kenyataan bahwa karier kedokteran gw kayaknya 'cukup' sampe di sini. Karena penerimaan spesialisasi yang normal, berakhir di usia 35
3. Udah mulai lebih banyak yang manggil gw Tante daripada Cici... ammmmpuuuunnnn... ini juga gw kagak terima... punya anak belum, ud dipanggil Tante...

And gw kayaknya musti berhenti di sini, sebelum tulisan gw bernada complain dan bikin males buat di baca! hehehe...

Tapi ada di hari ini, dan mempunyai tahun-tahun lalu yang telah lewat... membuat gw bersyukur...
Gw diijinkan hidup sampai hari ini. Dan bisa melihat ke belakang
Gw disempatkan menikah hihiiihihi... biarpun kadang tergoda, kayaknya lebih enak single daripada married... tapi gw ngga pernah se bersyukur ini mendapatkan riko sebagai suami gw... dia yang membuat gw bisa berkata-kata dengan penuh syukur.

Semakin bertambah umur, gw semakin ngga suka surprise. Tapi seperti sub tema dari blog ini... Hidup gw diwarnai dengan berbagai macam surprises, yang membuat gw tidak sabar untuk menunggu hari esok datang.
Gw suka bilang ke suami gw sambil bercanda... kayaknya gw gw bisa mati karena pembesaran jantung nih krn setiap hari kaget-kaget terus...
Dan bersama Tuhan... gw percaya... I can handle all the surprises! The good one, and the very good one...!

So excited... can't wait to turn 36! :-p hahaha... without wrinkles and xtra fat of course! hehehe...

Our reflection: Apa yang terlintas di pikiran kita saat muncul kata: MAMA?


Di milis CatWoG, kita lagi rame cerita-cerita soal MAMA kita. Ceritanya kita lagi ngumpulin pooling pendapat soal MAMA kita. Untuk inspirasi buku yang mungkin akan ditulis bersama oleh beberapa anggota CatWoG.
Dan ini adalah tulisan gw soal MY MOM:

Sekarang giliran gw deh...

Barusan gw abis nganter nyokap ke RS, karena tensi dia tinggi banget plus menurut gw sih ud ada stroke/ penyumbatan ringan di otaknya (besok mau scan)


Gw suka bilang, ada 2 org di dunia ini yang gw paling sebel, kl akhirnya gw harus mengakui... bahwa mereka benar. Pertama adalah nyokap gw, yang kedua adalah suami gw.
Tapi kedua org ini adalah org2 dalam kehidupan gw yang menjadi 1 daging dengan gw...

Nyokap gw krn gw ada di kandungannya selama 9 bulan, dan suami gw krn kata Kitab Suci kan kita sekarang bukan lagi 2 melainkan 1.


Ingat masa2 dulu, gw sering sekali berontak sama nyokap krn dia terlalu rohani.
Bahkan sampe sekarangpun gw jadi ngga terlalu suka yang rohani2 banget, mgkn gara2 itu.
Bukan masalah ngga mau dekat sama Tuhan, tapi mgkn lebih karena pemberontakan gw.


Tapi nyokap buat gw adalah sosok yang membuat gw menjadi seperti hari ini.

Sesebel-sebelnya gw... tadi gw tetep nangis waktu dibilangin nyokap harus ke RS gara2 mukanya ud baal dan krn gw dokter gw tahu kemungkinan2 yang bisa terjadi, biarpun gejalanya hanya baal doang.

Gw takut kehilangan seseorang yang membuat gw ada selama ini. Dan ini menyadarkan gw... kalau I am her legacy in this world.

Gw sering bilang... "Amit-amit... gw ngga mau kayak nyokap gw...!!!"
tanpa gw sadari, banyak hal yang gw lakukan... kok makin lama makin mirip dia... (ampppppunnnn... :p)

Jadi ya... itu kira2 pandangan gw soal Mama...

Dia sosok yang sangat mencintai Tuhannya dan gw yakin gw bertahan juga karena doa2 dia buat gw.

So kapanpun... se berontak-berontaknya gw ke nyokap..

She's still (always be) my mom... And I love her so very much!

Thursday, May 29, 2008

I am so tempted to...

Ada saat dalam hari2 gw, di mana gw terpancing banget buat mengeluh.

Cape, bosen, sakit kepala, lemes, mual, sakit badan, sebel, begah, pusing, dan sederet keluhan yang pasti ngga ada habisnya.
Kadang pengen sekali berteriak.. "What the hell with every positive theory yang pernah gw denger/ gw tahu! Emang ngga boleh kadang-kadang gw memanjakan perasaan gw sendiri...?"

Tapi setiap kata-kata di atas terlepas dari mulut gw... gw merefleksikan, efek apa yang terjadi setelah gw melepaskan kata-kata itu?
Apakah semua masalah selesai dalam sekejab?
Apakah setelah itu hati terasa damai?
Apakah benar setiap lelah di badan terasa berkurang setelah itu?
Apakah kata-kata itu mendatangkan berkat bagi diri kita, dan orang-orang di sekitar kita?

Buat gw... rasanya tidak...
malah yang ada, kadang gw jadi terlarut dalam suasana pesimis, apatis, dan jadi menjurus ke depresi, secara gw mendapati diri gw ini gampang sekali depresi.
Saat seperti ini, badan gw lagi capeeee banget. Bawaannya pengen ada di tempat tidur gw/ tempat tidur di hotel di manaaaa gitu...., makan di tempat tidur, baca buku, ngopi, browsing, siangan dikit spa terus massage... kl bisa 1 mgg gitu... :-)
(kl suami gw baca ini, pasti dia geleng2 kepala membayangkan betapa tidak efektifnya gw hehehe...).. tapi yang ada setiap hari ya harus ketemu pasien.

I have no complain! (biarpun tergoda... hehehe)
Gw percaya semua ini adalah berkat. Hari ini gw bisa kerja, pasien berdatangan itu adalah berkat.
Hari ini setelah dari klinik bisa berbajaj ria nyusul suami gw yang lagi ngerjain kerjaannya dari Starbucks Pluit Junction (thans to free wifi!) itu juga berkat.
Apapun yang terjadi dalam kehidupan gw, semuanya pasti mendatangkan kebaikan.
Gw percaya semua yang gw butuhkan akan menghampiri gw. It's just a matter of time.
I am happy with my life, i have a very good hubby, one small angel with the tail, 2 side of parents, one little brother, a lot of brother and sister in Christ... kadang... gw ngga merasa layak untuk memanjakan diri gw dengan sebuah (atau banyak) keluhan.

Just give me stregth my dear lord, give me Your mercy.. so I can be greatfull and free of worry everyday. That I can depend on Your kindness day by day.
buat gw ini bener-bener tantangan hehehe...

Thursday, May 15, 2008

Do You Have a Difficult Person in Your Life?

“Lord, help me to bless people today.”


That’s my daily morning prayer… uh, when I’m happy.

And usually, I am.

But once in awhile, I don’t wake up happy.

And usually, it’s because of a difficult person in my life.

That’s when I pray, “Lord, how can I bless this… this… this… creature?”

I’m a very patient person, so this doesn’t happen too often.

But it happens.

Friend, do you have a difficult person in your life?

And do you sometimes want to pray, “Lord, if you will allow it, let a 50,000 megawatt bolt of lightning strike (Name of Difficult Person) right now. Not to kill him, Lord. Just enough to wake him up and give him second degree burns. Just kidding Lord, but with all due respect, what were you thinking when you created this pathological human being? I don’t want to sound offensive, but were you sleeping on the job when you created this creature? He’s a mess. He’s a composite of all the villains of Spiderman put together….”

Do you sometimes wonder if this difficult person heard God in the middle of the night say, “My child, your ultimate mission in life is to be difficult. That’s the entire purpose of your existence. You shall be the thorn in someone’s flesh. Do everything in your power to annoy him. Be irresponsible. Or be demanding. Or be totally negative. Or be selfish. Or be constantly angry. Or be possessive. Or be always depressed. It doesn’t matter. Your objective is to make his life hell on earth.”

Yes, I must admit that I don’t like a few unlovable characters here and there, but generally, I think the Almighty has done a fantastic job inventing human beings.

I also believe that God allows difficult people to come into our lives to give us very special gifts. What could these gifts be?

I’m going to try something new today. Instead of writing down what these gifts are, I’m going to ask YOU to write them on the comments below. Write your thoughts and experiences and share them to the world. Thousands will be reading them. And in my next email next week, I’ll tell you what I think they are…

Cool?

Thank you!

May your dreams come true,

Bo Sanchez

Tuesday, May 6, 2008

My Journey as A Medical Doctor

Perjalanan perkenalan saya dengan dunia kedokteran dimulai bulan Agustus 1991. Saat itu saya menjadi mahasiswi tingkat pertama dari sebuah Universitas di Jakarta. Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Atmajaya.

Tahun-tahun belajar di sana, memberikan ilmu dasar dan sensasi awal rasanya memakai jas putih dan dipanggil dengan sapaan "Dok...!"

Rasanya demikian melambung tinggi, dan berbagai idealisme tentang pendidikan, pengobatan, dan pasien rasanya meluap di hati dan otak saya.
Sampai dari waktu ke waktu... semuanya itu mulai pupus perlahan. Kenyataan demi kenyataan mengajarkan saya untuk tidak membawa kesulitan masa depan dalam 1 hari, dan kembali melihat perjalanan saya menjadi seorang dokter adalah perjalanan kemanusiaan.

Akhirnya Juli 2000 saya melakukan sumpah profesi. 9 tahun berlalu dengan 2 1/2 tahun proses ngantri untuk masuk ke coas dan ujian negara, serta 6 1/2 tahun masa pendidikan. Dan waktu itu saya memutuskan untuk bekerja dulu di salah satu perusahaan farmasi sambil menunggu panggilan PTT. Tetapi karier yang membaik membuat saya sempat melupakan impian untuk praktek. Sampai satu hari saya menyadari... bertemu pasien adlah hidup saya.Melihat mereka membaik dari waktu ke waktu adalah impian saya. Dan membuat mereka tersenyum bahagia adalah tujuan keilmuan saya.

Kekecewaan demi kekecewaan mendera. Dan saya memutuskan, harus keluar dari dunia farmasi sebelum saya malu mengakui diri saya sebagai dokter. Politik perdagangan obat, kerjasama dokter dan farmasi yang makin lama makin tidak masuk akal, pemakaian obat yang sangat tidak relevan, semua membuat saya memiliki cara pandang yang mungkin extreem dan sulit diterima oleh teman sejawat lainnya.

Dan sampailah saya pada pengenalan akan Biophysic Medicine. Satu ilmu komplementer yang membuka wawasan baru dalam dunia kedokteran saya. Membawa pikiran saya "out of the box" dan melihat betapa tubuh manusia adalah ciptaan Tuhan yang luar biasa.
Dulu di dunia kedokteran konvensional, tidak habisnya saya berdecak kagum.
Hari ini... tidak habisnya saya mensyukuri... keberadaan saya di dunia yang sarat dengan keajaiban dan kebesaran. Dari yang terlihat sampai yang tidak terlihat. Dari yang terjangkau, sampai yang tidak terjangkau. Dan semuanya itu... ingin saya persembahkan untuk kemanusiaan.
Kalau dari awal... semuanya adalah satu impian untuk kemanusiaan, biarlah semua proses ini juga dapat membantu banyak orang... untuk dapat memaknai dan mensyukuri kehidupannya.

Quotes from Medical World:

In nothing do men more nearly approach the gods than in giving health to men. ~Cicero

The greatest mistake in the treatment of diseases is that there are physicians for the body and physicians for the soul, although the two cannot be separated. ~Plato

Body and soul cannot be separated for purposes of treatment, for they are one and indivisible. Sick minds must be healed as well as sick bodies. ~C. Jeff Miller

In the sick room, ten cents' worth of human understanding equals ten dollars' worth of medical science. ~Martin H. Fischer

It is a mathematical fact that fifty percent of all doctors graduate in the bottom half of their class. ~Author Unknown

Restore a man to his health, his purse lies open to thee. ~Robert Burton

I got the bill for my surgery. Now I know what those doctors were wearing masks for. ~James H. Boren

A hospital should also have a recovery room adjoining the cashier's office. ~Francis O'Walsh

Did God who gave us flowers and trees,
Also provide the allergies?
~E.Y. Harburg, "A Nose Is a Nose Is a Nose," 1965

I learned a long time ago that minor surgery is when they do the operation on someone else, not you. ~Bill Walton

It is a wise mans part, rather to avoid sickness, than to wishe for medicines. ~Thomas More, Utopia [sic]

I wondher why ye can always read a doctor's bill an' ye niver can read his purscription. ~Finley Peter Dunne

You have a cough? Go home tonight, eat a whole box of Ex-Lax - tomorrow you'll be afraid to cough. ~Pearl Williams

To array a man's will against his sickness is the supreme art of medicine. ~Henry Ward Beecher

A doctor whose breath smells has no right to medical opinion. ~Martin H. Fischer

Surgeons must be very careful
When they take the knife!
Underneath their fine incisions
Stirs the Culprit - Life!
~Emily Dickinson

It is a good thing for a physician to have prematurely grey hair and itching piles. The first makes him appear to know more than he does, and the second gives him an expression of concern which the patient interprets as being on his behalf. ~A. Benson Cannon

A doctor who cannot take a good history and a patient who cannot give one are in danger of giving and receiving bad treatment. ~Author Unknown

One thousand Americans stop smoking every day - by dying. ~Author Unknown

A hypochondriac is one who has a pill for everything except what ails him. ~Mignon McLaughlin, The Second Neurotic's Notebook, 1966

The art of medicine consists in amusing the patient while nature cures the disease. ~Voltaire

A doctor must work eighteen hours a day and seven days a week. If you cannot console yourself to this, get out of the profession. ~Martin H. Fischer

It is sometimes as dangerous to be run into by a microbe as by a trolley car. ~J.J. Walsh

Every disease is a physician. ~Irish Proverb

God heales, and the Physitian hath the thankes. ~George Herbert, Outlandish Proverbs

Drugs are not always necessary. Belief in recovery always is. ~Norman Cousins

I firmly believe that if the whole materia medica could be sunk to the bottom of the sea, it would be all the better for mankind and all the worse for the fishes. ~Oliver Wendell Holmes

There is no curing a sick man who believes himself to be in health. ~Henri Amiel

Doctors think a lot of patients are cured who have simply quit in disgust. ~Don Herold

The only equipment lack in the modern hospital? Somebody to meet you at the entrance with a handshake! ~Martin H. Fischer

The worst thing about medicine is that one kind makes another necessary. ~Elbert Hubbard

When you are called to a sick man, be sure you know what the matter is - if you do not know, nature can do a great deal better than you can guess. ~Nicholas de Belleville

Throw physic to the dogs; I'll none of it. ~William Shakespeare

I recently became a Christian Scientist. It was the only health plan I could afford. ~Betsy Salkind


Poisons and medicine are oftentimes the same substance given with different intents. ~Peter Mere Latham

In the nineteenth century men lost their fear of God and acquired a fear of microbes. ~Author Unknown

Symptoms, then are in reality nothing but the cry from suffering organs. ~Jean Martin Charcot, translated from French

I never read a patent medicine advertisement without being impelled to the conclusion that I am suffering from the particular disease therein dealt with in its most virulent form. ~Jerome K. Jerome, Three Men in a Boat

Diagnosis is not the end, but the beginning of practice. ~Martin H. Fischer

The physician should look upon the patient as a besieged city and try to rescue him with every means that art and science place at his command. ~Alexander of Tralles

Physicians and politicians resemble one another in this respect, that some defend the constitution and others destroy it. ~Author Unknown

A smart mother makes often a better diagnosis than a poor doctor. ~August Bier

When fate arrives the physician becomes a fool. ~Arabic Proverb

Medicines are not meat to live by. ~German Proverb

Treat the patient, not the Xray. ~James M. Hunter

God and the Doctor we alike adore
But only when in danger, not before;
The danger o'er, both are alike requited,
God is forgotten, and the Doctor slighted.
~Robert Owen

Financial ruin from medical bills is almost exclusively an American disease. ~Roul Turley

The hospital is the only proper College in which to rear a true disciple of Aesculapius. ~John Abernethy

A man who cannot work without his hypodermic needle is a poor doctor. The amount of narcotic you use is inversely proportional to your skill. ~Martin H. Fischer

Better to hunt in fields, for health unbought,
Than fee the doctor for a nauseous draught,
The wise, for cure, on exercise depend;
God never made his work for man to mend.
~John Dryden

Medicine is the only profession that labours incessantly to destroy the reason for its own existence. ~James Bryce, 1914

It is not a case we are treating; it is a living, palpitating, alas, too often suffering fellow creature. ~John Brown

The patient does not care about your science; what he wants to know is, can you cure him? ~Martin H. Fischer

Medicines heals doubts as well as diseases. ~Karl Marx

A physician is obligated to consider more than a diseased organ, more even than the whole man - he must view the man in his world. ~Harvey Cushing

Medicine sometimes snatches away health, sometimes gives it. ~Ovid, Tristia

As it takes two to make a quarrel, so it takes two to make a disease, the microbe and its host. ~Charles V. Chapin

Disease is war with the laws of our being, and all war, as a great general has said, is hell. ~Lewis G. Janes

Until a physician has killed one or two he is not a physician. ~Kashmiri Proverb

No man is a good doctor who has never been sick himself. ~Chinese Proverb

Only one rule in medical ethics need concern you - that action on your part which best conserves the interests of your patient. ~Martin H. Fischer

To me the ideal doctor would be a man endowed with profound knowledge of life and of the soul, intuitively divining any suffering or disorder of whatever kind, and restoring peace by his mere presence. ~Henri Amiel

Medicinal discovery,
It moves in mighty leaps,
It leapt straight past the common cold
And give it us for keeps.
~Pam Ayres

When you no longer know what headache, heartache, or stomachache means without cistern punctures, electrocardiograms and six x-ray plates, you are slipping. ~Martin H. Fischer

It is easy to get a thousand prescriptions but hard to get one single remedy. ~Chinese Proverb

Never forget that it is not a pneumonia, but a pneumonic man who is your patient. ~William Withey Gull

It is said to be the manner of hypochondriacs to change often their physician. ~William Cullen, Practice of Physic

The road to medical knowledge is through the pathological museum and not through an apothecary's shop. ~William Withey Gull

A Short History of Medicine
2000 B.C. - "Here, eat this root."
1000 B.C. - "That root is heathen, say this prayer."
1850 A.D. - "That prayer is superstition, drink this potion."
1940 A.D. - "That potion is snake oil, swallow this pill."
1985 A.D. - "That pill is ineffective, take this antibiotic."
2000 A.D. - "That antibiotic is artificial. Here, eat this root."
~Author Unknown

When a lot of remedies are suggested for a disease, that means it cannot be cured. ~Anton Chekhov, The Cherry Orchard

A half doctor near is better than a whole one far away. ~German Proverb

No doctor is better than three. ~German Proverb

I will lift mine eyes unto the pills. Almost everyone takes them, from the humble aspirin to the multi-coloured, king-sized three deckers, which put you to sleep, wake you up, stimulate and soothe you all in one. It is an age of pills. ~Malcolm Muggeridge, 1962

Man may be the captain of his fate, but is also the victim of his blood sugar. ~Wilfrid G. Oakley

Faith and knowledge lean largely upon each other in the practice of medicine. ~Peter Mere Latham

Each patient ought to feel somewhat the better after the physician's visit, irrespective of the nature of the illness. ~Warfield Theobald Longcope

Who ever thought up the word "Mammogram?" Every time I hear it, I think I'm supposed to put my breast in an envelope and send it to someone. ~Jan King
Never go to a doctor whose office plants have died. ~Erma Bombeck
You may know the intractability of a disease by its long list of remedies. ~Alonzo Clark

Here's good advice for practice: go into partnership with nature; she does more than half the work and asks none of the fee. ~Martin H. Fischer

Varicose veins are the result of an improper selection of grandparents. ~William Osler

If you are too smart to pay the doctor, you had better be too smart to get ill. ~African Proverb

When you treat a disease, first treat the mind. ~Chen Jen

Symptoms are the body's mother tongue; signs are in a foreign language. ~John Brown

The doctor of the future will give no medicine but will interest his patients in the care of the human frame, in diet and in the cause and prevention of disease. ~Thomas Edison

Oh the powers of nature. She knows what we need, and the doctors know nothing. ~Benvenuto Cellini

So many come to the sickroom thinking of themselves as men of science fighting disease and not as healers with a little knowledge helping nature to get a sick man well. ~Auckland Geddes, The Practitioner

Where a man feels pain he lays his hand. ~Dutch Proverb

The doctor is often more to be feared than the disease. ~French Proverb

Despite all our toil and progress, the art of medicine still falls somewhere between trout casting and spook writing. ~Ben Hecht, Miracle of the Fifteen Murderers

The Lord hath created medicines out of the earth; and he that is wise will not abhor them. ~Ecclesiasticus 38:4

A drug is that substance which, when injected into a rat, will produce a scientific report. ~Author Unknown

Cancer is a word, not a sentence. ~John Diamond

The medicalization of early diagnosis not only hampers and discourages preventative health-care but it also trains the patient-to-be to function in the meantime as an acolyte to his doctor. He learns to depend on the physician in sickness and in health. He turns into a life-long patient. ~Ivan Illich

Patients may recover in spite of drugs or because of them. ~J.H. Gaddum

He's the best physician that knows the worthlessness of the most medicines. ~Benjamin Franklin

Physiology is the stepchild of medicine. That is why Cinderella often turns out the queen. ~Martin H. Fischer

The field of Western medicine has become literally nothing but medicine. Doctors are on their way out, to be replaced by self-serve pharmaceutical vending machines. ~Grey Livingston

The fact that your patient gets well does not prove that your diagnosis was correct. ~Samuel J. Meltzer

Man is a creature composed of countless millions of cells: a microbe is composed of only one, yet throughout the ages the two have been in ceaseless conflict. ~A.B. Christie

Our profession is the only one which works unceasingly to annihilate itself. ~Martin H. Fischer

On J-Day our profession will have a lot to answer for! We might at least have withheld our hands instead of making them work against God. ~Martin H. Fischer

The doctor may also learn more about the illness from the way the patient tells the story than from the story itself. ~James B. Herrick

Don't think of organ donations as giving up part of yourself to keep a total stranger alive. It's really a total stranger giving up almost all of themselves to keep part of you alive. ~Author Unknown

Most of those evils we poor mortals know
From doctors and imagination flow.
~Charles Churchill

Men are not going to embrace eugenics. They are going to embrace the first likely, trim-figured girl with limpid eyes and flashing teeth who comes along, in spite of the fact that her germ plasm is probably reeking with hypertension, cancer, haemophilia, colour blindness, hay fever, epilepsy, and amyotrophic lateral sclerosis. ~Logan Clendening

Don't take your organs to heaven with you. Heaven knows we need them here. ~Author unknown, attributed to both Dan and Barbara Hladio and Thomas Boyadjis, Sr.

'Tis not always in a physician's power to cure the sick; at times the disease is stronger than trained art. ~Ovid

And lo, The Hospital, grey, quiet, old, Where Life and Death like friendly chafferers meet. ~William Ernest Henley

For the most part, Western medicine doctors are not healers, preventers, listeners, or educators. But they're damned good at saving a life and the other aspects kick the beam. It's about time we brought some balance back to the scale. ~Claire Todae

A sweating ovary or a sick prostate explains most history. ~Martin H. Fischer

The only weapon with which the unconscious patient can immediately retaliate upon the incompetent surgeon is hemorrhage. ~William Stewart Halsted

The public blabbers about preventative medicine, but will neither appreciate nor pay for it. You get paid for what you cure. ~Martin H. Fischer

To save a man's life against his will is the same as killing him. ~Horace

Nowadays the clinical history too often weighs more than the man. ~Martin H. Fischer

Hypochondriacs squander large sums of time in search of nostrums by which they vainly hope they may get more time to squander. ~Mortimer Collins

One doctor makes work for another. ~English Proverb

Doctors are just the same as lawyers; the only difference is that lawyers merely rob you, whereas doctors rob you and kill you, too. ~Anton Chekhov, Ivanov

Let the young know they will never find a more interesting, more instructive book than the patient himself. ~Giorgio Baglivi

Formerly, when religion was strong and science weak, men mistook magic for medicine; now, when science is strong and religion weak, men mistake medicine for magic. ~Thomas Szasz, The Second Sin, 1973

Tuesday, April 29, 2008

Jovan: He brings Joy to Our Life

Lagi main ciluk ba di Bumi Joglo Dago Pakar - Jovan lagi nemenin mama papa nya pelayanan di Lembang. Dari kecil ud diajak-ajak pelayanan, karena targetnya... jadi uskup ya Van hehehe...
Yang lucu... dulu awal2 Jovan manggil gw mommy... gw ngga pernah noleh karena ngga biasa. Apalagi si riko hhihihihi...

Sunday, April 27, 2008

First day at Manado (1)

2 ½ tahun lalu terakhir gw datang ke kota ini. Sebelum-sebelumnya hampir setiap tahun gw ‘pulang’ ke Manado.

Gw bukan berasal dari Manado, tapi sejak kedatangan gw yang pertama kali di Natal tahun 1999 dan merayakan millennium baru tahun 2000 di satu tempat di daerah Komo dalam, gw seperti memasuki babak baru dalam kehidupan gw yang membawa gw pada pelajaran baru dalam hidup dan membuat gw merasa dekat dengan kota ini sampai sekarang.

26 Desember 1999, gw mendarat untuk pertama kalinya di Manado. Gw ingat sekali keadaan gw waktu itu. Sedih, frustasi, takut, depresi, marah, merasa seperti sampah yang dibuang di tempat yang dipastikan tidak ada yang dapat memungut sampah itu dan sangat tentu saja merasa seperti perempuan yang sangat bodoh!

Waktu gw landing dan melihat hamparan pohon kelapa yang ada di perbukitan Manado, gw berkata dalam hati,”Tuhan… ke hutan mana Engkau buang aku sekarang?”… yang terbayang waktu itu, seperti ada film kartun di kepala gw, rasanya gw seperti ditendang dan melayang dari kepulauan Jawa dan mental sampai ke bagian Utara pulau Sulawesi. Semuanya begitu kosong dan menakutkan… mana waktu itu gw belum dapat tempat tinggal dan belum tahu di mana gw bisa berteduh.

Tetapi … siapa yang menyangka, setelah waktu berlalu kota ini memberikan banyak bukti akan penyelenggaraan tangan Tuhan atas kehidupan gw. Setiap tapak kaki yang gw jejakan di tanah kota ini menyaksikan kemurahan dan kesetiaan Tuhan dalam kehidupan gw.

Kota ini mengajarkan gw untuk memahami bahwa:

- luka adalah kurikulum sekolah hidup yang baik,

- rasa sepi adalah pelajaran untuk menikmati keberadaan dirimu sendiri

- hadirnya setiap orang (biarpun dia asing) adalah malaikat penjaga yang dikirim dari surga

- waktu adalah sahabat setia yang mendewasakan

- dan air mata (syukur) adalah pembersih dan desinfektan luka

Dan 7 ½ tahun kemudian, gw balik ke kota ini. Waktu gw landing dan melihat hamparan pohon kelapa yang ada di perbukitan Manado, dan kembali gw berkata hati, “Tuhan… Hutan ini terasa melambaikan tangannya kepadaku… menyapa selamat datang kembali!”

Hari ini gw datang dengan Tante gw, dengan misi mencari investor untuk usaha yang sedang kami jalani bersama. Usaha yang gw jalankan juga dengan suami gw (yang 7 ½ tahun lalu, gw tidak mampu berpikir baik tentang suami gw selain kebencian), dan akan bertemu dengan investor2 yang di arrange oleh mantan cowok gw waktu di Manado (yang 7 ½ tahun lalu menjadi sasaran luka gw…).

to be continued...

Sunday, April 20, 2008

After 3 years... and I still crying...


Hari ini ngga sengaja gw nemu DVD yang gw ambil dari rumah nyokap beberapa waktu yang lalu. Krn gambar depannya adalah gambar Andre Boceli, gw pikir itu CD klasik biasa.
Ternyata gw ngga liat tulisan di bawahnya: Credo John Paul II. Gw putarlah sambil masih berpikir itu CD lagu. Dan ternyata itu adalah satu DVD remembering the late John Paul II.
And alhasil... tadinya mau kerja sambil dengerin lagu... yang terjadi malah.. gw beruraian air mata di depan komputer.

3 tahun berlalu dari kepergian my dearest Papa. Gw belum pernah kehilangan seumur hidup gw. Orang tua dan mertua gw masih lengkap, belum ada orang terdekat yang pergi meninggalkan gw untuk selamanya. Dan gw juga bukan tipe orang yang mudah merasa dekat dengan seseorang.
Tapi itu tidak berlaku untuk my forever pope in my heart... The late John Paul II.
Gw masih belum bisa menahan air mata yang keluar bila melihat dia, di manapun itu ditayangkan. His life is a legacy for me. And forever I thank God for his presence in my life. Setiap yang dia lakukan rasanya menyirami hati gw dengan kasih. Senyumnya, lambaian tangannya, setiap kata-kata yang diucapkan penuh passion, dan setiap pengorbanan dan silih yang ia lakukan untuk dunia, mengingatkan gw terus untuk menjadi seseorang yang meninggalkan jejas kasih terutama bagi sesama dan gereja.

Here are some of his quotes... love you (and miss you!) Papa and please pray for me always from above!

An excuse is worse and more terrible than a lie,
for an excuse is a lie guarded.


As the family goes, so goes the nation and so goes the whole world in which we live.

Do not abandon yourselves to despair. We are the Easter people and hallelujah is our song.

Freedom consists not in doing what we like, but in having the right to do what we ought.

From now on it is only through a conscious choice and through a deliberate policy that humanity can survive.

Have no fear of moving into the unknown. Simply step out fearlessly knowing that I am with you, therefore no harm can befall you; all is very, very well. Do this in complete faith and confidence.

Humanity should question itself, once more, about the absurd and always unfair phenomenon of war, on whose stage of death and pain only remain standing the negotiating table that could and should have prevented it.

I have a sweet tooth for song and music. This is my Polish sin.

I hope to have communion with the people, that is the most important thing.

I kiss the soil as if I placed a kiss on the hands of a mother, for the homeland is our earthly mother. I consider it my duty to be with my compatriots in this sublime and difficult moment.

Love is never defeated, and I could add, the history of Ireland proves it.

Marriage is an act of will that signifies and involves a mutual gift, which unites the spouses and binds them to their eventual souls, with whom they make up a sole family - a domestic church.

Pervading nationalism imposes its dominion on man today in many different forms and with an aggressiveness that spares no one. The challenge that is already with us is the temptation to accept as true freedom what in reality is only a new form of slavery.

Radical changes in world politics leave America with a heightened responsibility to be, for the world, an example of a genuinely free, democratic, just and humane society.

Science can purify religion from error and superstition. Religion can purify science from idolatry and false absolutes.

Social justice cannot be attained by violence. Violence kills what it intends to create.

Stupidity is also a gift of God, but one mustn't misuse it.

The cemetery of the victims of human cruelty in our century is extended to include yet another vast cemetery, that of the unborn.

The future starts today, not tomorrow.

The great danger for family life, in the midst of any society whose idols are pleasure, comfort and independence, lies in the fact that people close their hearts and become selfish.

The historical experience of socialist countries has sadly demonstrated that collectivism does not do away with alienation but rather increases it, adding to it a lack of basic necessities and economic inefficiency.

The question confronting the Church today is not any longer whether the man in the street can grasp a religious message, but how to employ the communications media so as to let him have the full impact of the Gospel message.

The United Nations organization has proclaimed 1979 as the Year of the Child. Are the children to receive the arms race from us as a necessary inheritance?

The unworthy successor of Peter who desires to benefit from the immeasurable wealth of Christ feels the great need of your assistance, your prayers, your sacrifice, and he most humbly asks this of you.

The vow of celibacy is a matter of keeping one's word to Christ and the Church. a duty and a proof of the priest's inner maturity; it is the expression of his personal dignity.

There are people and nations, Mother, that I would like to say to you by name. I entrust them to you in silence, I entrust them to you in the way that you know best.

To maintain a joyful family requires much from both the parents and the children. Each member of the family has to become, in a special way, the servant of the others.

Today, for the first time in history, a Bishop of Rome sets foot on English soil. This fair land, once a distant outpost of the pagan world, has become, through the preaching of the Gospel, a beloved and gifted portion of Christ's vineyard.

Violence and arms can never resolve the problems of men.

War is a defeat for humanity.

Wars generally do not resolve the problems for which they are fought and therefore... prove ultimately futile.

What we talked about will have to remain a secret between him and me. I spoke to him as a brother whom I have pardoned and who has my complete trust.

When freedom does not have a purpose, when it does not wish to know anything about the rule of law engraved in the hearts of men and women, when it does not listen to the voice of conscience, it turns against humanity and society.

You are our dearly beloved brothers, and in a certain way, it could be said that you are our elder brothers.

You are priests, not social or political leaders. Let us not be under the illusion that we are serving the Gospel through an exaggerated interest in the wide field of temporal problems.

You will reciprocally promise love, loyalty and matrimonial honesty. We only want for you this day that these words constitute the principle of your entire life and that with the help of divine grace you will observe these solemn vows that today, before God, you formulate.

Young people are threatened... by the evil use of advertising techniques that stimulate the natural inclination to avoid hard work by promising the immediate satisfaction of every desire.

Friday, April 11, 2008

Terapi Bioresonansi Atasi Alergi tanpa Obat - dari Koran Pikiran Rakyat

PERNAHKAH Anda mengalami kulit memerah dan gatal-gatal setelah mengenakan jam tangan atau gelang dari logam? Atau gejala itu terasa usai menyantap “seafood” misalnya? Sangat memungkinkan Anda alergi terhadap zat tertentu. Kalau cuma gatal tak mengapa, tetapi jika alergi nyaris membawa kita ke liang lahat, nanti dulu. Syukurlah kini ada cara menyembuhkan alergi tanpa obat-obatan.

Saat ini kita hidup di lingkungan yang sudah banyak tercemar. Kegiatan industri dan kendaraan bermotor membuat polusi udara, ditambah lagi dengan berbagai bahan kimia yang bisa meracuni tubuh yang terdapat dalam makanan maupun benda di sekitar kita. Hal-hal tersebut dapat menjadi pemicu terjadinya gangguan kesehatan, terutama bagi orang-orang yang sensitif. Banyak penyakit yang tidak berasal hanya dari virus, namun karena seseorang dikategorikan sangat rentan terhadap beberapa jenis benda alias alergi.

Bertambah buruknya polusi membuat angka penderita alergi di Indonesia kian meningkat. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Heru Sundaru dari RSCM/FKUI menunjukkan, angka penderita asma di Indonesia mencapai 8,2%, alergi hidung 17,5%, dan eksim 2,5-4%. Semua ini disebabkan oleh alergi yang penyebabnya dapat bermacam-macam, seperti interaksi antara faktor genetik, pola hidup, dan lingkungan.

Angka pasti penderita alergi di Indonesia dari tahun ke tahun belum jelas. Akan tetapi, menurut beberapa ahli, insiden alergi meningkat dalam 10 tahun terakhir ini, terutama di negara-negara berkembang. Di Klinik Alergi RS Immanuel Bandung, setiap bulannya yang melakukan tes alergi sekitar 20-30 orang, yang konsultasi jauh lebih banyak.

“Pasien alergi di sini kebanyakan pasien rujukan dari bagian lain seperti kulit, THT, paru, anak, mata,“ kata dr. Melinda Susilo (37).

Reaksi kepekaan abnormal

Alergi adalah suatu reaksi kepekaan abnormal dari tubuh terhadap suatu benda tertentu. Orang yang alergi akan memperlihatkan gejala-gejala alergi jika terkena zat-zat tertentu.

Masih kata dr. Melinda, gejala alergi dapat timbul pada semua usia. Alergi pada dasarnya merupakan kelainan fisik. Bagaimanapun, stres emosional yang berat, rasa takut, cemas, amarah, dan rasa jengkel dapat merangsang sistem saraf sehingga memperberat atau mencetuskan timbulnya gejala alergi. Faktor pencetus lain adalah infeksi, asap rokok, polusi, cuaca dingin/panas, dan kelelahan.

Anak dengan salah seorang orang tuanya yang alergi mempunyai kemungkinan 30% menderita alergi. Akan tetapi, bila kedua orang tuanya menderita alergi, anak tersebut kemungkinan menderita alergi 60%. Selain itu, lingkungan dan pola hidup juga mencetuskan gejala alergi, misalnya debu rumah, tungau, binatang peliharaan, kecoa, jenis makanan tertentu (misalnya susu, telur, ayam), asap rokok, asap mobil, juga obat-obatan.

Terapi

Menurut dr. Lia Brasali Ariefano dari Bio E Indonesia, perkembangan terapi alergi selama ini menunjukkan kemajuan yang pesat. Awalnya, pendekatan terapi alergi hanya dengan penyuluhan untuk pasien agar menghindar dari faktor penyebab alergi tersebut. Lalu dengan berkembangnya dunia farmasi, beberapa jenis obat digunakan untuk meminimalisasi gejala yang timbul akibat alergi, misalnya antihistamin. Akan tetapi, obat-obatan ini tidak menyelesaikan permasalahan.

Pendekatan terapi beralih imunoterapi. Terapi ini melakukan pemberian berulang jenis zat yang diketahui menimbulkan reaksi alergi pada pasien tersebut. Pendekatan imunoterapi merupakan pencegahan dan perlindungan dari gejala alergi dan reaksi radang yang dapat timbul bila pasien kontak dengan alergen (zat yang menimbulkan alergi).

Terapi terkini adalah bioresonansi. Cara ini dapat mengatasi gejala alergi. Terapi ini menggunakan pendekatan ilmu fisika gelombang/kuantum, yaitu ilmu fisika yang berdasarkan pada teori Einstein.

Salah satu pengembangan ilmu biofisika ini sudah diterapkan sejak lama di bidang kedokteran pada alat rekam jantung atau yang lebih dikenal dengan EKG (elektro kardiogram).

Dalam biofisika, setiap substansi terdiri dari energi, juga menghasilkan energi. Dengan energi yang berupa gelombang/resonansi (getaran) inilah, sel-sel tubuh kita berkomunikasi satu sama lain pada frekuensi tertentu. Jika komunikasi antarsel ini berjalan harmonis, berarti orang itu ada dalam kondisi sehat. Namun, kalau komunikasi antarsel ini terganggu oleh substansi yang memiliki frekuensi gelombang lain, fungsi organ tubuh juga dapat terganggu. “Dalam kasus alergi, gangguan ini berkenaan dengan sistem kekebalan tubuh,“ ujar dr. Lia B. Ariefano, alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta.

Dengan menggunakan alat Bicom Bioresonance, pola frekuensi yang menimbulkan penyakit dapat diubah menjadi pola frekuensi yang efektif dalam pemulihan fungsi kekebalan tubuh. Metode ini mampu mengeliminasi gelombang abnormal dari bahan asing/alergen dan mengalirkan gelombang normal tubuh sehingga akhirnya menghilangkan sensitivitas yang berlebihan terhadap alergen tersebut. “Dengan demikian, terapi ini merangsang tubuh untuk memulihkan fungsinya sendiri,“ ujar Lia, yang belajar bioresonansi sejak tahun 2007, dan memperdalam di Jerman pada Februari 2008.

Sebelum menjalani terapi, dokter melakukan anamnesis, yaitu melihat riwayat alergi pasien, orang tua, atau keluarga. Di sini pasien harus memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada dokter. Pasien dideteksi dengan Bio Tensor (sensor logam) seperti alat pancing, untuk mengetahui alergi apa yang diderita pasien. Dasar teknologi ini adalah biofisika, pasien hanya duduk santai, kemudian dokter atau terapis memegang, mengoperasikan Bio Tensor dengan tangan kanan, dan ampul berisi cairan alergen di tangan kiri. Apabila Bio Tensor bergerak mendatar/horizontal, artinya pasien tidak menderita alergi. Kalau Bio Tensor bergerak vertikal/naik turun, artinya pasien menderita alergi zat tersebut. Pasien dideteksi dengan 40 macam alergen atau lebih, yang memakan waktu sekitar 15 menit, dan hasilnya saat itu juga bisa diketahui.

Cara lain untuk mendeteksi alergi, sebelah tangan pasien memegang ampul berisi cairan alergen, tangan yang sebelah lagi diangkat kemudian oleh terapis ditekan, pasien harus menahan tekanan terapis. Kalau tidak bisa menahan/lemah, artinya pasien memang alergi. Sebaliknya, kalau bisa menahan tekanan terapis, artinya pasien tidak alergi terhadap alergen tersebut.

Terapi dibagi empat tahap dengan waktu sekitar 20-30 menit, basic therapy, geopathy, scar removal, blockage removal.

“Terapi dilakukan seminggu sekali. Sebaiknya selama menjalani terapi, pasien berhenti dulu makan makanan yang menyebabkan alergi, atau menguranginya,“ kata dr. Stella Tinia, therapist Bio E Hope Bandung.

Sembuh

“Anak saya menderita alergi ikan laut sejak bayi. Sekarang dia sudah berumur 5 tahun. Pernah satu kali saya memberikan potongan ayam dari garpu yang sudah saya lap setelah saya gunakan untuk makan ikan, tidak saya sangka mulutnya langsung bengkak dalam hitungan menit. Kemudian, suatu kali pembantu di rumah memandikan dia, setelah pembantu saya baru saja membersihkan ikan laut. Padahal, dia sudah mencuci tangannya dengan bersih lalu memandikan anak saya. Dalam hitungan menit, seluruh kulit anak saya memerah. Selain itu anak saya juga menderita asma dari kecil,” kata Yana.

Setelah 8 -10 sesi terapi. Yana mencoba memberi makan anaknya ikan laut, ternyata alergi tak datang lagi. “Syukurlah sekarang tubuhnya sudah bisa mengatasi reaksi terhadap ikan laut,“ ungkap Yana.

Lain lagi dengan Ny. Linda (45), yang menderita nyeri di kaki kiri sejak 3 tahun lalu. “Dokter bilang saya menderita rematik. Setiap kali saya menggerakkan kaki kiri, saya sering terasa sakit. Saya terus mengonsumsi obat-obatan dan nyerinya memang agak menghilang, tetapi tidak sampai 50%-nya. Kemudian, saya menjalani terapi bioresonansi. Dalam pertemuan kedua saja, sakitnya sudah sangat berkurang hingga tinggal 30% dan di pertemuan kelima hampir tidak terasa lagi,” paparnya.

Sasha, 21 tahun, setelah dideteksi, dari 40 macam alergen, ternyata ia alergi terhadap sebelas macam. “Saya tidak menduga saya alergi gula putih, cokelat, jagung, dan beras,“ kata Sasha, mahasiswa semester VI . Ia juga alergi terhadap bulu ayam, bulu angsa, bulu hamster, asap rokok, debu, serbuksari padi, tungau. “Selama ini saya selalu bersin-bersin setiap bangun tidur, pilek alias meler setiap saat dan gatal-gatal di kaki kalau habis makan sesuatu,“ tambah Sasha yang sudah 5 tahun pilek terus. Kini ia menjalani sedang dalam terapi di Bio E.

Bayu Limadjaja (27), malah alergi terhadap keringatnya sendiri. “Alergi bagi saya sudah bukan mengganggu lagi, tetapi sudah tahap `memalukan`. Karena kalau sudah basket atau berkegiatan, pasti saya garuk-garuk badan karena gatal yang tak tertahankan,“ ujar Bayu yang juga alergi benang dan formalin. Kini ia tengah menjalani terapi benang, setelah alergi keringatnya terkendalikan.

Sementara itu, Wisnu Wardhono (49) kini sedang menjalani terapi alergi untuk bersin-bersin, suara serak, dan hidungnya meler. “Terapi konvensional mulai dengan prick-test bahkan sampai hidungnya disolder sudah dijalani. Tapi kini saya mengikuti terapi bioresonansi, tidak perlu suntikan, tidak makan obat, asal rajin terapi seminggu sekali, saya yakin bisa sembuh,” katanya.

Proses terapi bioresonansi ini tidak langsung terasa, tetapi perlahan-lahan. “Kini mulai terasa lega pada pagi hari, saat bangun tidur tidak lagi bersin-bersin, hidung tidak meler. Hanya kalau kena debu rumah, buka buku-buku tua masih bersin, tetapi sebentar, “ tutur Wisnu.

Memang, kata dr. Fifi, sang pengelola Klinik Bicom, hampir semua orang di dunia ini menderita alergi. Akan tetapi, kebanyakan orang tidak menyadari bahwa dirinya alergi sesuatu atau banyak alergi.

Jadi, tak ada salahnya memeriksakan diri ke dokter ahli terapi bioresonansi bukan? (Ida F. Suliztyarto)***

Wednesday, April 9, 2008

Si Kecil suka Jajan...?





Si Kecil Suka Jajan?

"Si Rio bikin kepalaku pusing, setiap ada tukang jajanan lewat pasti dia merengek minta beli." Keluhan seperti itu mungkin cukup akrab di telinga. Suka jajan memang merupakan salah satu problem anak balita. Anak yang hobi jajan tak bisa disalahkan seratus persen karena sebenarnya para orangtua lah yang membentuk kebiasaan si kecil.

Salah satu faktor yang menyebabkan si upik suka jajan adalah karena kurangnya variasi makanan di rumah, akibatnya anak menjadi bosan dan tergiur dengan jajanan. Ayah-ibu yang sama-sama bekerja sering menjadi alasan orangtua jaman sekarang untuk membeli makanan siap saji. Akibatnya si anak merasa membeli makanan merupakan hal yang lumrah.

Pengaruh lingkungan juga merupakan faktor yang sangat berpengaruh. Biasanya anak tergiur melihat teman-temannya menyantap jajanan. Jika si anak keseringan jajan akibatnya adalah anak sulit makan. Selain itu kita tidak bisa mengetahui apakah jajanan yang disantap bersih dan aman dari bahan-bahan kimia berbahaya.

Meskipun si anak sudah terlanjur hobi jajan, sebagai orangtua Anda tetap memiliki kendali. Melarang anak agar tidak jajan mungkin sulit dilakukan, tetapi Anda tetap bisa mengurangi kebiasaan jajan. Apa saja yang bisa kita lakukan?

- Batasi uang saku anak dengan tetap memperhatikan pengeluaran mendadak yang mungkin dibutuhkan anak di sekolah.
- Atur jajanan yang boleh dimakan si anak, misalnya sehari tak lebih dari satu. Dengan begitu si anak tidak akan menjadi rakus karena pola makannya sudah terbentuk.
- Biasakan si anak untuk makan di rumah. Agar anak menyukainya, sediakan menu yang beragam. Ajak si anak menentukan menu makanan yang akan dimasak atau libatkan anak dalam kegiatan memasak.
- Ajari anak untuk memilih makanan yang bersih, aman, dan sehat.
- Perut lapar merupakan alasan anak untuk membeli makanan di luar. Pastikan anak menghabiskan sarapannya atau bawakan bekal yang bergizi untuk anak. Kreatiflah dalam membuat variasi menu dan tampilan yang menarik.
- Kebiasaan yang ditanamkan secara konsisten dan teratur akan menghasilkan perilaku yang baik, termasuk dalam hal makan.

Quotes by Women who inspire my life.

"My philosophy is that not only are you responsible for your life, but doing the best at this moment puts you in the best place for the next moment." (by Oprah Winfrey)

"Hidup benar di hadapan Tuhan. Percayalah... apa yang kau buat pasti berhasil!"
(by my mom)


"Spread love everywhere you go: first of all in your own house. Give love to your children, to your wife or husband, to a next door neighbor. Let no one ever come to you without leaving better and happier. Be the living expression of God's kindness; kindness in your face, kindness in your eyes, kindness in your smile, kindness in your warm greeting."
(by Mother Teresa)