Showing posts with label it's all about me.... Show all posts
Showing posts with label it's all about me.... Show all posts

Saturday, December 13, 2008

Persahabatan Bagai Kepompong

Semalam gw datang ke satu pertemuan yang mengingatkan naik turunnya persahabatan gw dengan satu sahabat lama gw.

Kami ketemu saat kami masuk ke FK tahun 1991 sebagai anak baru. Kegiatan kuliah, hang out, ngafe, bulu tangkis, belajar bareng jadi kegiatan kami bersama. Sampai tahun 1995 kami berdua pergi ke satu retreat bersama dan sejak itu kami berdua tambah dekat.
Setelah itu banyak naik turun kehidupan kami yang membuat kami berdua makin dekat, nyaris tak terpisahkan.

Tetapi seperti judul lagu yang lagi beken… Persahabatan bagai Kepompong.. ada masanya kami ada di satu kondisi di mana persahabatan terasa selesai dan tidak mungkin dapat disambung lagi. Semua kedekatan yang terjadi seperti punah dan tidak ada artinya lagi.
Saat2 itu persahabatan kami memang jadi seperti kepompong yang buruk rupa, ‘dormant’ stage dan ngga tahu kapan berubahnya. Kami tidak bermusuhan, tapi kami tidak juga saling bicara selama 7 tahun penuh…
Jujurnya.. gw melewatkan pernikahan gw dengan tidak mempunyai MoH krn selama ini gw berpikir, dia yang akan jadi MoH gw.. (thanks to Sianita yang bersedia jadi Bride’s Maid gw.. hehehe..)

Tetapi apa yang gw alami semalam membuat gw banyak merefleksikan persahabatan ini.
Gw memuji Tuhan buat 17 tahun pertemanan dan persahabatan yang terjalin diantara kami… and yes.. we’ve been through a lot! Up and down moments in our lives.
Dan di waktu2 ini, 1 tahun yang lalu kami kembali bicara, saling memaafkan dan kembali ada dalam kehidupan masing-masing.
Waktu dan segala yang terjadi mendewasakan kami. Mungkin persahabatan kami tidak seperti dahulu, di mana kami bisa saling nginap satu sama lain dan ngobrol sampe jam 5 pagi di telpon… di masa2 kuliah kami. Tapi melewati 12 tahun kedekatan kami, 1 hal yang pasti… semua terjadi untuk mendewasakan kami.


Persahabatan bagai kepompong. Yang berproses dan hari ini menjadi indah dan dewasa. Mudah-mudahan menjadi berkat bagi sesama… :-)

Sunday, November 16, 2008

Everyday day Grace, Every day Decision

10 tahun belakangan ini, gw bergumul dengan sesuatu yang sebetulnya pasti tidak disangka-sangka oleh banyak orang. Secara tulisan gw, aktivitas gw, lingkungan gw selalu ada dalam kondisi/keadaan yang bertolak belakang dengan kondisi hati gw.


10 tahun ini gw bergumul mempertanyakan kenapa gw harus mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat gw. Kadang gw merasa semuanya menjadi tidak ada artinya. Bahkan di saat tergelap dalam kehidupan gw pun gw ngga merasa Dia ada. Kalau… gw saat ini mempercayai Yesus, gw berpikir.. apa ini bukan karena gw di’keroyok’ sama marketingnya Yesus.
Nyokap gw, lingkungan pergaulan gw, dan bahkan sekarang laki-laki yang gw nikahi pun adalah marketer nya Yesus yang luar biasa. Kadang gw butuh Yesus dalam rupa manusia. Bukan hanya Yesus yang ada dalam Kitab Suci dan homili, serta khotbah-khotbah.
Gw berpikir… apa selama ini gw ngga dibohongi dengan semua teori tentang Yesus yang ada? Kl katanya hari-hari gw Dia sertai… apakah benar Yesus? apa bukan sosok yang lain yang mungkin di sembah oleh agama-agama/kepercayaan yang ada di bumi ini? Kalau semua ajaran mengajarkan segala yang baik.. apa ngga mungkin kl semua penyertaan, kesembuhan, berkat, apapun itu datang dari salah satu dari mereka? Apa jaminannya kl itu adalah Yesus?

Semua pertanyaan ini gw tahu tidak datang tiba-tiba. Tapi dari luka yang ada dalam hati gw. Luka yang bersarang bertahun-tahun dan tidak terpulihkan. Bukan karena tidak mampu dipulihkan, tetapi karena gw memang tidak minta untuk dipulihkan. Karena Sang Penyembuh adalah seseorang yang menjadi sumber luka gw.
Kemarin gw menghadapi kasus anak dari sahabat gw, yang ‘terjebak’ masuk dalam satu aliran antikris. Anak ini bukan dari keluarga broken home. Ayah ibunya adalah orang tua yang menurut gw sangat memperhatikan anak-anaknya, berusaha memberikan yang terbaik, dan lebih dari segalanya berusaha menjadi orang tua yang baik dan benar di hadapan Allah. Tetapi karena kondisi badan si anak yang terlalu lelah akibat mata pelajaran sekolah, dan rumah yang jauh… anak ini tergoda untuk ikut dalam aliran ini dan hanya dengan 1x pertemuan ia sulit keluar karena intimidasi iblis bagi dia dan keluarganya.
Dan pertama kali nya dalam hidup gw kmrn, gw merasa gw berhadapan langsung dengan intimidasi itu. I know it for sure… gw bukan orang yang suka mengakui kalau gw agak2 ’supranatural’… buat gw itu agak-agak menurunkan pride gw hehehe… tapi ngga tahu kenapa… untuk pertama kalinya dalam kehidupan gw kmrn... somehow... gw percaya itu benar-benar ada dan gw sedang berhadapan dengan kuasa jahat itu! Dan pertama kalinya, setelah bertahun-tahun gw ngga mengakui ini... I am very glad... I have Jesus in my life!


Sulit mengakui hal ini. Tapi gw tahu, banyak di luar sana yang mungkin mempergumulkan hal ini. Doa yang tidak (atau belum) terjawab, pertolongan yang rasanya tidak pernah datang, putus asa yang mencekam, rasa ingin meninggalkan dunia ini karena tidak ada lagi yang patut diperjuangkan, luka yang rasanya setiap hari harus diperjuangkan untuk bisa dilewati rasa perihnya, rasa ketidak-adilan dan ditinggalkan yang rasanya membuat kita harus berjuang sendiri. Saat di mana kita merasa… bahkan salib dan kematian Yesus di atas kayu salib menjadi tidak bermakna, dan semuanya seperti dongeng yang ngga tahu harus kita percayai atau tidak. Dan parahnya… kita ngga tahu… kapan ini semua berakhir dan jalan seperti tidak berujung.
Gw ngerti banget rasa semua ini. I’ve through all those feelings. Bahkan sampai tahap… gw ngga pernah bisa minta apapun lagi, krn rasa tidak percaya lebih mendominasi daripada iman, harapan, terlebih lagi kasih.

Tapi satu hal yang gw mengerti… melewati semua perjalanan kehidupan ini… ada satu rahmat yang selalu menyertai bila saja kita mengarahkan kehendak bebas kita kepada Yesus.
Buat gw hari ini… I decide to follow Jesus every day. No matter what. Karena perasaan bisa datang dan pergi, naik dan turun, dan adalah keputusan keseharian kita untuk mengikuti Yesus.

Buat gw hari ini… Gw tahu gw mempercayai bahwa tidak ada kuasa apapun yang mampu merebut gw dari kasih Yesus (Roma 8:38-39), bahkan kemarin… saat gw bertemu dengan anak sahabat gw yang gw ceritakan di atas, dan merasa diintimidasi sehingga gw ketakutan setengah mati, tapi gw tahu juga saat itu… my soul will be save and sound. Rasanya seneng banget gw waktu bisa bilang ke anak itu (yg waktu itu gw tahu bukan dia yang ngomong, kata2 seperti itu tidak bisa keluar dari seorang anak SMP yang masih belum tahu apa2): “Kamu ngga usah takut Tante kenapa-kenapa, Tante punya Tuhan Yesus yang pasti jauh lebih kuat dan berkuasa dibanding kuasa apapun yang ada! I will be OK!!!” Gosssh… rasanya gw menang banget! biarpun gw tahu, gw ngga boleh takabur. (fyi, kl ini gw mau dipanggil Tante, secara dia anak temen gw hehehehe… nasib ya nasib!)



Buat gw hari ini, apapun yang gw jalani, sekering apapun, setidak percaya apapun, sesakit apapun, sebanyak apapun pertanyaan gw, sesulit apapun gw melewati pergumulan gw… ada satu rahmat yang besar buat gw, bisa bangun di pagi hari… di samping orang yang gw cintai… dan berkata… “Today I decide to follow You Jesus. My life is Yours and please help me get through this day. Let me still in Your Hands at the end of this day. I’ll work hard for my salvation, but the Grace is from You.!”
Gw ngga tahu… apa ini cukup untuk membawa gw ke surga. Tapi Tuhan tahu bagaimana gw mengerjakan keselamatan gw hari demi hari dengan takut dan gentar!
Gw ngga mau menyamakan hidup gw dengan Mother Teresa (gw masih 1/1000 nya bahkan lebih kecil jauh dari beliau!)… tapi gw percaya… berpuluh-puluh tahun ia melewati masa kegelapan dengan setia… biarpun dia mempertanyakan juga banyak hal dalam kehidupan dia (baca: come be my light), tapi kesetiaan dan cintanya kepada Yesus memenangkan hidupnya, bahkan memasukan dia dalam jajaran orang kudus gereja.

So… I have hope! You have hope! We all have hope in Jesus. No matter what your condition right now. Believe it or not, we are all in His hands.
This is one of my womanhood journey. My part of living the heaven. I work my salvation hard. But i know… everything will be ok.
I am living my every day grace from Him, and only because of His Grace, I decide Jesus everyday.

Saturday, August 30, 2008

Talking of Which.. Something about HOPE! (first time writing in English… hope or humiliating my self?)

Just find out one of my passions, after my hubby talked a lot about it. He always said that he wants to inspire the world with love. Shout it loud… and make things happen!

Something always tickling my heart when i heard, read, and think about it… Maybe because I meet so many ‘dark’ side, the sadness, and downhearted on my patients… I WANT TO SHOUT HOPE TO THE WORLD!

Hope was personified in Greek mythology as Elpis. When Pandora opened Pandora’s Box, she let out all the evils except one: hope. Apparently, the Greeks considered hope to be as dangerous as all the world’s evils. But without hope to accompany all their troubles, humanity was filled with despair. It was a great relief when Pandora revisited her box and let out hope as well. It may be worthy to note that in the story, hope is represented as weakly leaving the box but is in effect far more potent than any of the major evils.

Its not easy to switch yourself on ‘Hope’ mode. Especially when everything around you seems so dark and unseen. You even can not see yourself. Many times I feel that I can’t stand it anymore. I can’t do it anymore… Many times I temped to yell the word ITS ENOUGH! I won’t do it anymore, I can’t do it anymore. There’s no way I can get through this… There is no hope for this!

Friends… my companion of the journey of life… The good news is: There is hope in the Lord. But sometimes the image of God seems so blur to us. Sometimes (even every time!) we need God with flesh and ‘form’. In my case, He always did. He sent me angels with flesh and ‘form’… through people around me, the books I read, the songs I heard, every email I received, even my dog sent me the message of hope. Hope is everywhere… cause Hope is a believe in a positive outcome related to events and circumstances in one’s life.

The problem is: we can’t see it. And even though we seen it… maybe we decide NOT to see it! And then sunk again in the comfort ‘pity’ of yourself. Get up every one.. smell the flavour of hope around you… and in every beat of your heart. One of my dreams is to make at least one book publish international, the book that can bring the message of hope to humanity. But with my ’sucks’ English… I can’t see there is hope to make that dream come true. But today… this is my first writing in English. I decide to be embarrassed and taking a step! Because I know… there is hope on myself! Yeaaahhhh…

And maybe your problems now is not about making a book. But the point is the same. What makes you feel desperate right now? What makes you think that you’re not good enough, you can’t do something, you can’t be healed, you’re not worthy on something (or somebody)? And those make you drown deeper and deeper, you can’t even say a word.

Friends, we’re created with an image of God. And that image is perfectness. The devil keep saying to us that negative and pathatic words to us. And that make us think that we can’t do this and that! But that doesn’t change the reality that we are still perfect in Gods eyes. And with the perfectness, we CAN do so many things in life. We CAN be healed, We CAN do our works, We CAN achieve our dreams, We CAN get up from our sins and walk in God’s grace. Not by might, not by power, but by the spirit says the Lord!

As the Greeks considered hope to be as dangerous as all the world’s evils, the evils will do anything to make the hope disappear in our life. Don’t let the evil take away the hope from you!

Ask the strength and grace from our Lord Jesus Christ, Stand for yourself, decide to make your life meaningful, be responsible of your life and spread the hope that you have within to bless other people. Our life is too short to abandoned with despair. Life is too beautiful to be ignored. You CAN get through all with Jesus…YES YOU CAN! THERE ALWAYS BE HOPE IN YOU! The hope and the strength you can't imagine yourselves.

yeaaahhhh… I will end this ‘english’ article now! (*fffyyuuiiiihhhh… *) now I am proud of my self… hahaha…! I finish my first article in English. For you who knew me, you all know how bad my english is! And yes… I am taking a step… don’t care about the grammer, don’t care about anything… (humiliating myself) just spit it out and all the Glory to Him that makes me brave and give me a gut to do this… hehehe… Haleluya!

Thursday, August 21, 2008

The TRUE Us

Banyak orang mengenal Riko sebagai sosok pewarta. Dan gw sebagai istri riko yang dikenal galak tetapi istri yang baik... (hihihihihi... Haleluya..!)
Banyak yang mikir kita suci, padahal setiap hari boro-boro suci... masih berusaha untuk melangkah dari kedosaan dan kelemahan kita.
Cuma rahmat Tuhan yang bisa bikin kita kayak gini.

Yahhh... Rahmat Tuhan yang bisa bikin kita tampil bicara di depan umum, atau mungkin juga bisa bikin kita gila kaya foto-foto di bawah ini.
What a fun marriage we have! jarang-jarang ada suami yang mau diajak gila dan ngga tahu malu hehehe... We are Ariefano's!




Tuesday, August 19, 2008

Domus Cordis Retreat Orientasi Class 2008

Komunitas kami Domus Cordis mengadakan retreat wajib tahunan yang akan selalu diadakan di liburan Kemerdekaan RI. Jadi tahun ini diadakan tgl.16 dan 17 Agustus 2008, dapat tempat di rumahnya Tante Joice, di daerah Lippo Carita... (yang ternyata juaaauhhhhh... tapi namanya berkat, musti disyukuri! hehehe...)

Kami akhirnya pergi ber-16, krn biarpun acara sudah diumumkan jauh-jauh hari, ada aja yang ngga bisa ikut karena urusan ini itu ehehe...
Moshi (Rm.Deshi Ramadhani SJ), Riko, gw dan Ms. Mindy (secara di rumah gw kosong, ternyata princess doggy satu ini diajak hehehe...) berangkat hari Jumat jam 3pm. Maunya sih sampe di sana duluan. Tapi secara kita berjalan seperti kura(h)dan berhenti2 krn hambatan Europian Resto di karawaci, serta nyasar(h) ke Serang dan bablas sampe ke Labuan, kita sampe di tempat baru jam 9 malam (HALELUYA! hehehe..)

Sampe di sana, sambil nunggu Vera, Chen(H), dan Yuli... gw masak makan malam. Ceritanya sih mau buat Bim Bim Bab kayak yang Tante Mei buat waktu itu. Tapi kok setelah di makan, rasanya kayak Beef Yakiniku... aneh... hehehe
3 wanita itu berdatangan... mulailah rame di vila. Gw teler banget malam itu... mana Mindy ngikutin terus... tidurlah gw duluan. Mana Mindy ngga tahu kenapa jadi manja banget... ngikutin gw ke mana(H)... lumayan juga... Ngga kebayang gw dikuntitin begini terus... sama anjing yang bisa gw bentak aja gw terganggu... jangan(H) ntar ama anak gw juga begitu... matilah... :p

Sabtu pagi semua berdatangan. Mike dan Ocep, Pasutri Balle, The Wikanta's dan Rhea, Bro Dewo and Sist Angel... dah lengkap deh!
Kita mulai acara dari Sabtu sore sd. Minggu siang... Puji Tuhan semua lancar (sesion akan gw ceritain sendiri ya!), ada As dan Riyo juga yang bantuin masak jadi gw ngga pusing ama konsumsi kita semua.
Abis acara kita misa dan menyanyikan 17 Agustus dengan semangat! Setelah itu kita lomba... lucu banget ngeliatin Dewo yang berusaha menggendong Mbak Avi, Mike yang gendong Chen(H) belum lagi main ngesot(H)an dan gundu...
Biarpun usia bertambah... rasanya sulit ya jadi dewasa...!






Setelah itu kita rame-rame mau sunset-an di pantai carita. Di sana kita abis2an foto(H), dan emang menyenangkan pergi rame(H) ke laut gini... lucu aja... hehehe..
Ini beberapa pose(H) ngga tahu malu kita hehehe...








Dulu gw punya luka yang besar sama yang namanya komunitas dan sulit kembali mempercayai apa artinya persahabatan. Tapi gw bersyukur atas semua yang boleh Dia 'kembalikan' dalam kehidupan gw. Mungkin buat orang lain itu ngga terlalu berarti, tetapi buat gw pribadi... as I always said: Friends are like stars... mereka selalu memberi makna dalam setiap keadaan. Dan mereka menyembuhkan gw perlahan.
Kehidupan persahabatan naik dan turun. Kadang gw sebellll banget ama mereka! Malas ketemu mereka... tetapi melebihi semua itu.. they are my second family in this world! and thank God for that...

Thursday, August 14, 2008

Notes from Perth: Things Will Never be The Same (part 3)

Bangun pagi dengan penuh semangat siap2 ke seminar.
Pagi sampe sore dan besok seharian riko dan Rm.Ari akan bawain soal Kekayaan Gereja Katolik.


Ini topic yang selalu jadi passion my hubby… jadi ya… he will do it very well with Gods grace for sure.

Gw pergi sebentar ama Tante dan iicha ke toko sosis buat bawa pulang sosis dan bumbu Bim Bim Bap. Yippppiiii! Senangnya…
Abis dari situ nyusul ke ruang pertemuan tempat seminar CLL minggu lalu diadakan, looohhh acara baru mulai… ngaret nih… ngga di Jakarta ngga di Perth, sami mawon!
Session I dimulai dengan Talk Show iman Katolik yang pertanyaannya meliputi sekitar patung, Bunda Maria, ngaku dosa, ekaristi, dan the fullness of the truth. Sessi ini selalu menarik di manapun di buat. Pasti seru!




Setelah itu Session 2 riko lagi bawain… basicly soal To know, to love, to serve sih…
Lalu sessi 3 dan 4 Rm Ari soal Maria dan Sakramen. Rm.Ari hebat lho… satu satu dia persiapin, jadinya jelas banget. Keliatan banget dia ekstra efford buat siapin semuanya. Good job Mo!
Hari itu berakhir dan menurut rencana, malam itu emang kita akan dinner bareng2 sama anak2 TOM di satu tempat namanya Mundaring. 1 hour dari kota Perth, buat makan Pizza yang katanya menang kontes… dan diproklamirkan (waduhhh… salah bahasa nih hehehe…) jadi The Best Pizza in The World.
Who am I deserve it… hiihihihii… Best Pizza booo… tetep aje… krn gw ngga terlalu doyan pizza, Cuma curious aja ama bentuknya.

Jam 6.45 kita rame2 berangkat dari rumah Tante Mei. Satu mobil sama Maria, Lisa, dan Mr.Rio from the city of Jember yeaaahhhh… ketawa-ketawa terus aja dalam mobil nggodain si Rio yang lagi ‘berusaha’ sesuatu ehem ehem… hehehe…

Sampe di sana, ternyata bagian dalam sudah penuh. Karena kita ber 27, duduk lah kit adi pinggir jalan (hhhmmm… jadi inget Pecenongan), dengan udara yaaaanggg… dingiiin nya luar binasa! Angin boooo…




Kita beli wine, beer, liquor buat ngangetin badan…
Pesen punya pesen… keluar lah sang Pizza. Ngga tahu si Maria pesen berapa, yang pasti penuh dari ujung meja satu ke pojok lainnya. Gilaaa… pizza semua segede apaan tau! Gw sih konsisten ama pasta hehehe… tapi sempet nyobain juga. Enak sih… gw suka yang sarden, riko suka yang fettucini.





Senang lah nyoba makanan baru. Kita seru foto-foto di situ… Segala pose deh pokoknya. Ada foto kawinan juga heheh.. secara fotonya sel demi sel… ud kayak org kawin aja.






Kita pulang ke rumah, dan tidur dalam damai malam itu… dengan senyum ‘kepizzaan’ tersimpul di bibir… hehehe…

Besok paginya kita pergi misa ama Tante Mei dan iicha, secara gw dan riko diberikan privilege buat bacain bacaan 1 dan 2 minggu itu. Waduhhh… jauh2 ke Perth bisa berdiri di salah satu bagian altar dan jadi pembaca firman. Buat gw… seneng banget!

Lalu dimulailah seminar hari ke 2. Hari ini penuh euyyy… mungkin abis dari misa, sekalian mampir ikut seminar. Riko bawain soal Footsteps of Sainthood. Puji Tuhan riko bawain dengan sangat baik (menurut gw lho… soalnya gw merasa disemangati lagi juga). Setelah itu session Q&A yang juga seru, dibawaka bergantian oleh Romo dan Riko.
Romo menutup seminar 2 hari itu dengan session The Mission: The New Springtime (hhhmmmm.. riko banget sih… hehehe) dengan sangat bagus!



Gw amazed sama semua yang romo siapkan. Detail dan dia bawain dengan penuh passion.
Setelah acara berakhir, kita foto2 sama semua panitia. Secara malam itu adalah malam terakhir kita di Perth dan besok kita ud pulang. Beberapa teman memang besok ketemu lagi krn ud janji mau antar, tetapi kan sebagian besar ngga. Jadi malam itu jadi malam terakhir kita ketemuan. Ya ud pamit sana pamit sini.





Tapi ngga tahu kenapa, gw ngga sedih tuh… bukan karena mereka ngga berarti, tetapi gw yakin kita masih akan terus kontak2, jadi ya this is not good bye!

Malam itu kita diajak dinner sama Oom Budi dan Tante Mel, juga Tante Mei, dan Tante Elvi (yg ulang tahun tgl.8 kmrn, selamat ya Tant!),Romo Ari, dan Adi. Kita makan di Pizza Bellaroma di Fremantle. I love Fremantle! Kayaknya dari semua bagian Perth yg gw liat, gw paling suka Fremantle.
Oom Budi pesen makan banyak banget! Gila bener deh… gw makan chili mussle lagi, dan pesen my fav spagettos… Aglio O’lio yang keluarnya buanyak banget! Padahal gw pesen porsi entrée.. alias kecil!





Di situ Oom Budi dan Tante Mel banyak sharing soal perjalanan kehidupan mereka… dan sangat menginspirasi kami berdua.
Malam berakhir, judulnya malam itu PACKING! Dan ngga nyangka…koper kita beranak booo! Minta ampun… padahal niatnya ke Perth kagak mau belanja sama sekali… hehehe… Berkat Tuhan melimpah!

Pagi-pagi kami ud bangun, Oom Adri datang nganterin coffee liquor buat kami.
Kita bener-bener belajar banyak hal dari semua orang yang kita temui di sini:

1. TanteMei dan Oom Christ (yang Cuma kita dengar namanya karena Oom Christ lagi di Indo), luar biasa semangat mereka dalam melayani dan berbagi berkat. Tante Mei cerita gimana usaha mereka dulu dari 0 sampai hari ini berkat begitu melimpah.
Oom Christ yang diceritakan Tante Mei sebagai sosok suami yang sangat melindungi keluarganya in a very positive way! Sangat dekat dengan Eka, Lya, Erlin, dan Iicha, juga Surya yang adalah keponakan Tante Mei dan tinggal di situ untuk sekolah. Anak-anak mereka juga tumbuh jadi anak-anak yang sangat ramah dan caring dengan sekelilingnya.
Gw liat sebagai seorang istri, gimana Tante Mei belajar tunduk pada suami, melayani keluarga, dan banyak berkorban untuk anak-anaknya. What a mom and a wife in God! She’s really a woman of God!
Tante Mei selalu percaya berkat Tuhan dan penyertaan Tuhan akan selalu ada dalam hidupnya. Jujurnya… dia tipe ibu rumah tangga yang gw mau sih… Tinggal di rumah urus anak, dan masih bisa sibuk urus apa yang jadi passion dia.

2. Oom Budi dan Tante Mel
Kita belajar gimana mereka bener-bener menyadarkan semuanya kepada Tuhan. Percaya bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik kepada mereka. Dan berani melangkah! Kita Cuma bisa ngobrol banyak pas makan malam di hari terakhir, tetapi itu bener2 menjadi penyemangatan buat kami berdua.

3. Oom Adri dan Tante Yunita
Kita belajar gimana pasangan ini mempunyai hati yang sangat besar untuk menolong orang lain. Tante Yunita bekerja di RS, mendengarkan keluh kesah dari pasien-pasiennya. Mereka sangat punya hati juga untuk pelayanan dan mewartakan Kristus.

4. Seluruh teman-teman muda yang ada di sana
Ngga bisa gw sebutin satu2, krn banyak banget… dari Maria and Lisa yang nemenin kita dari awal sampe akhir.
Bryan yang ternyata anaknya Ci Ros, yang gw kenal di Manado…
Icha, Anita, dan masih banyak lagi anak2 Gading hahaha… Kelapa Gading tanah air beta deh!
Semuanya mengingatkan kita akan teman2 kita yang juga ada di Jakarta. Gimana kita saling menjaga dan hidup berkomunitas.
Gimana semangat dan hati mereka yang sangat haus akan Tuhan dan kebenaran.
You’re all amazing guys!

Saat kepulangan tiba… kita naik Qantas ke Singapore dulu. Pesawat jam 12. Kita diantar sama Tante Mei, Lisa, Maria, Mariska, Wiiliam, dan Victor. What an honour… dianterin pulang segambreng gitu hehehe…
Kita final ngopi sama2 di DOME rport sambil nunggu boarding time, sambil deg2kan takut cabin koper kita kelebihan beratnya hehehe…





Tapi semua berjalan baik dan Puji Tuhan kami sampai di Jakarta… dan kembali melihat muka-muka saudara-saudari kami di Jakarta… teman2 yang berbagi hidup dengan kami. Bukan Cuma hidup, kadang juga rumah hehhe… Thanks to our sist Yuli and Avi, juga Mas Ton yang ud jemput kita. (katanya mau pake Tanjidor dan ondel2 Mike… manaaaaaa…? Mike ingkar janji…)

Yes… as I said Things will never be the same.
Gw ngga pernah pengen menginjakkan kaki ke benua Ausralia. Makanya kemarin WYD, gw juga ngga napsu2 banget.. mau paus ke yang datang… kl di tempat lain, mgkn gw mau hehhee…
Ngga ada faktor yang membuat gw pengen ke Aussie, sama sekali.
Hari2 pertama pun gw mikir… gw ngga akan balik lagi ke Perth. Ngga terlalu suka… kurang bule menurut gw masih ada bau2 asia nya hehehe… sok ya gw! 
Tapi setelah ini, semuanya ngga akan sama.
Mungkinnn satu hari nanti gw akan balik ke sana. Terutama karena begitu banyak hati-hati yang memberikan kesan dalam diri kami.
Teman baru, pengalaman baru, dan semua hal yang mengajarkan kami untuk menghargai setiap yang terjadi dalam diri kami berdua.

Thanks for everything Lord… semua privilege yang Kau berikan pada kami berdua untuk melayani Engkau. Its always You yang bekerja dan berkarya. Tetapi kami selalu kecipratan sukacita dan berkatNya… Thanks God!

Yes guysss… all of you… Things will never be the same.
Thanks for everything.

Notes from Perth: A week full with Adventure! (part 2)

Membayangkan 1 mgg ke depan, lalu masih besoknya lagi pulang… gilaaaa rasanya lama banget. Kayaknya gw serasa pindah ke Perth karena mikir, kayaknya gw bakal nganggur (yg ternyata gw salah besar! Hehehe…)
Oh ya.. saya akan mengubah kata2 saya menjadi gue (gw) yang dalam penulisan2 berikutnya…
Kagok euyyyy pake2 saya segala hehehe…

Hari Minggu ada sepasang Oom dan Tante… namanya Oom Adri dan Tante Yunita yang sudah bilang hari Senin ngajak kita lunch bareng sambil ngobrol2.
Secara Oom juga menawarkan mampir ke toko buku, kita berdua langsung berbinar-binar. Kalau keluar negeri, ngga ada yang lain yang selalu kita borong pulang… Books, books, and books!
So, Oom Adri jemput kita jam 10.35 pagi hari Senin. Kita langsung ke salah satu toko buku Katolik yang namanya GATTO bookshop dan kemudian Oom Adri ‘ngomporin’ kita dengan banyak buku2 bagus hehehe… Si riko disodorin buku… mana tahaaaannnnn…
Setelah dari situ… sambil nunggu Tante yang baru bisa keluar dari kerjaan jam 12, kita mampir ke Kings’ Park, bisa lihat pemandangan dari situ. Gedung-gedung di Perth juga Swan River yang gede banget ituh…





Abis jalan-jalan dan poto2… perut yang sudah lapar ini disuguhi daging steak yang besarnya ampun! Kita makan di Hog’s Breath Café di daerah NorthBridge .





Ngga lama Tante datang, dan mulailah kita makan sambil ngobrol-ngobrol. Mulai dari hal-hal sehari-hari sampe diskusi hal-hal menarik soal kesehatan, juga kerjaan Tante di RS yang kerjanya jadi pendamping orang-orang sakit. Interesting!
Abis kelar main menu, disodorinlah kita Mud Cake yang katanya enak banget… hhhhmmm… emang lumayan sih, Cuma krn gw ngga terlalu suka manis… gw ngga terlalu ‘balapan’ makannya hehehe…
Lagian masih malu ah…

Setelah itu krn Tante masih ada kerjaan lain, kita lanjutin jalan-jalan sama Oom ke Toko buku (again). Kali ini namanya Koorong (many weird names here! Heheh..). Kembali… kita beli beberapa buku… hhhmmm.. mulai kebayang over weight bagasi nih…
Abis dari situ kembali kita ngopi di tempat yang namanya Boatsheed, itu dipinggir sungai Swan… pemandangannya bagus banget, dan kopinya enak! Hhhmmm… what a life!





Ngobrol2 sama Oom Adri ngga kerasa ud jam 5 lewat, buru2 kita pulang krn mau mapir dulu ke rumah Oom Adri buat nyobaik Liquer Coffee.. and again.. it was really nice!
Aduhhh… parah nih… malu2in aja, masa disuguhin apapun nambah.. dasar sifat rakus emang susah dikendalikan hahaha…
Kita dinner di rumah… dimasakin Tante Mei RIBS! Yang biarpun gw belum pernah makan Tony Romas, yang ini ngga kalah! Malah mgkn lebih enak… Tante Meiiiii… siapa dulu dong yg masak hihihi… ini namanya cari muka biar dibuatin lagih! 

Besokannya pergi lagi sama Tante Mei ke Gatto krn ada yang kurang, nganterin Erlin ke Curtin University, gila gede banget tuh kampus, terus jalan-jalan di mal deket rumah. Mampir bentar beli coklat di Margaret Chocolate Factory terus langsung jemput Iicha di sekolahnya yang pemandangannya EDAN! Bagus banget! Dari atas bukit bisa lihat Swan River, hamparan rumput dan pohon rindang. Bener2 kayak boarding school yang gw bayangin di cerita Si Badung dulu (haiyaaa… cerita jadul banget yah…. Heheh..)

Malam riko musti bawain di PD Dewasa Karismatiknya, dan dia bawain lagi soal Fathers Heart. Rupanya banyak banget yang tersentuh… memang ini adalah Fatherless Generation. Eehhh… ada Bebeth juga datang di PD, setelah PD kita pergi ke satu tempat burger yang katanya seru… liat sendiri aja fotonya!
Pergi sama Bebeth dan Kevin, sampe di sana ternyata tempatnya bernama Alfreds Kitchen. Kayak kedai yang lumayan besar di pinggir jalan. Kita pesan burger dan makannya disekeliling perapian… Yang gila adalah ukuran burgernya… Gw pesen sandwichnya, Riko dan Bebeth pesen burgernya.

Penjualnya seorang wanita muda yang ramah banget (talkative), sempet nanyain gw pake parfum apa hihihihi… (white musk legend nih…)
Ternyata setelah keluar… ajubilah itu burger… ada 4 lapis daging di dalamnya, plus egg and cheese, tomat, dll.. (lihat di fotonya nanti ya…)
The big burger I ever eat! And ueeenaaakkkk tenaaaannnnn! Hehehe… Mak Nyus… wisata kuliner nih gw!








Rabunya gw diberkati Tuhan dengan Caversham Wild Life (Whiteman Park). Gw selalu cinta binatang! Di salah satu dream gw… kan gw pernah bilang one day, gw pengen punya zoo sendiri hehehe…
Dan di setiap kota baru yang gw datangi, pasti gw nyari zoo nya atau park kayak Taman Safarinya.
Akhirnya diantar Bebeth, Maria, dan Lisa… kami pergi ke sana. Na na na na… senangnya hatiku!
Tapi sebelum sampai di sana, kita brunch dulu di satu restaurant Jerman on the way ke sana. Namanya Duckstein Brewery di daerah Margaret River situ. Nostalgia nih ama makanan Jerman…


Langsung gw pesen Weizenbeer yang ada dalam menu pilihan bir-bir Jerman yang tersedia. Akhirnya kita semua pesen makanan berat deh. Riko dan gw pesen daging babi yang di roast dan sausage. Maria pesen Snitzel, dan Lisa juga pesen daging babi. Yang asik si Bebeth dong… dia pesen kaki babi yang waktu gw makan di Jerman namanya Schweinshaxe. Gilaaaa gede banget! Ama riko diiris-iris aja ngga abis buat kita ber-5. Tapi ud di makan, gw lebih suka yang di Jerman sih… ini Cuma di roast biasa.






Setelah kenyang beneran kita sampe di Caversham. Gw masuk ditemenin Maria, krn Lisa musti belajar dan Bebeth nemenin dia nunggu di cafetaria (thanks gals ud berkorban belajar buat nemenin gw dan riko! )
Gw keliling-keliling ama riko, ada lintasannya. Ngelian kalong, kanggoro kecil, dsbnya. Gw senang banget akhirnya bisa ngeliat dan megang kangguru sendiri. Ngasi makan pula, ngeliat anak di kantong mama kangguru.




Terus foto sama satu binatang (aneh sih bentuknya) yang namanya Wombat. Namanya sih serem, tapi ternyata boro-boro… tidur mulu, sampe gw ama riko foto aja, dia masih keenakan molor… bleeehhhhh…


Abis itu liat koala… yang katanya tidur hampir 20jam sehari… (gossshhhh… kok gw punya kesamaan dengan koala ya…? *garuk-garuk*)




Yang menarik dan gw seneng banget adalah masuk ke area farm (Molly’s Farm). Di situ adalah area tempat binatang2 yang biasanya ada di farm. Ada rabbit, Goast, Rabbits, Cows, Geese, Chicken, Buffalos, tapi yang gw jatuh hati adalah sama Tommy, my fav donkey. He’s so sweet and gentle. Paling lama gw di situ buat ngelus2 dia. I fall in love with him….




Ngga kerasa 2 jam ½ kali kita ada di dalam situ. Kebayang ngga sih, ibu2 yang ada di cafetaria… gw rasa bentar lagi bisa jadi seganas Tasmanian Devil yang gw juga sempet lihat di dalam (dan ternyata beda banget sama Tasmanian Warner Bros… ini bener2 Devil bentuk dan attitude nya!)

Abis itu tadinya kita mau test wine di winery, Cuma krn waktunya mepet… kita memilih balik ke Margaret Chocolate Factory yang kmrn kita ud pergi, buat… biasaaaa… ngopi!
Tapi ampe sana kejadiannya… ya belanja lagiiiiiiiiiiiiiiiiiiii… 
Terus kita ngopi, foto2 dan nge cake di situ. Nice weather, good conversation, hhhmmm.. (again) what a life! 






Malamnya kita pergi ke rumah Endra buat pengisian coordinator sel TOM. Riko bawain soal Efesus (berapa ya… 4:6) yang menjadi visi TOM. Buat gw sih inspiring bisa dengar sudut pandang itu.
Setelah itu seperti biasa… kita pergi makan lagiiiiiiiiiiiiiii (pdhal tadi sebelum pergi dan dinner di rumah T.Mei) di Uncle Billys’ di Chinatown Northbridge. Kali ini cari bubur… eehhh… end up nya dasar pemakan bakmi… gw pesen bakmi dan wonton soup. Dasar cina! Hehehhe…

Kamisnya kami ada janji makan siang sama ketua CCR (Catholic Charismatic Renewal) nya Perth yang namanya Dan Hewitt. Kita makan Fish and Chips di Joe’s Fish Sack di Fremantle. Dijemput Oom Adri jam 11.30, langsung meluncur ke tempat makan.
Ngobrol2, makan kekenyangan… gw pesen Sea Food Platter dan Riko pesen Fish and Chips nya… gila pas keluar menunnya segambreng. Tapi ya… selalu menyenangkan mencoba hal baru.
Abis dari situ kita diputerin sama Oom Adri buat liat penjara di Fremantle dan pesisir pantai yang namanya Coteslaw Foto-foto lah kita di sana.

Malamnya di rumah Tante Mei ada pengisian lagi (they call it pengisian, hehehe… mereka pengisian, gw dan riko pengisian juga… makanan mksdnya hehhe…) buat seluruh anak sel TOM. Riko lanjutin dari ayat yg kmrn. Kali ini sola kehidupan berkomunitas dan berani reach their dream. Hhhhmmm… typically my hubby! Hahhaa…
Malam itu gw bener2 ngga enak badan. Meriang banget… Jadi pas Maria nanya mau keluar apa kagak, mala mini gw nyerah dah… mana dingin banget! Tidur pagiiiiiiiiiii…

Ini hari terakhir jalan2… This was a looongggg fun day!
Kevin pagi2 ud nongol di rumah. Gosshhh… anak2 ini baik2 banget ya. Ngga abis pikir gw hehhehe…
Kita ke Fremantle Traditional Market ( I love this place!) dan gw mulai belanja-belanji (again!).. abis gw puas muter2, kita lunch di outdoor food court sambil jemuran (uuuhhh… gaya… heheh).




Di sana gw kegilaan satu minuman yang namanya Bundasberg Ginger Beer… jadi tiap kali gw gelegek itu minuman!
Sambil nungguin Lisa pulang sekolah.

Setelah itu kita ber 5 meluncur kembali ke Koorong Bookshop, dan di sanalah kita nge borong.. kali ini bener2 kalap! Hehehe… Di sana ampir 2 jam kali…
Sekarang…? Apa yang kurang…? Lunch… and then…? Of course COFFEE!



We went to the city and duduk di tengah area kayak pasar baru deketnya pos office… di satu outdoor coffee shop namanya BOCELI. Ngga tahu kenapa dinamain begitu. Tapi ada gambarnya karyawan sama si Andre Bocelli sih… Jangan2 punya dia… Anyway… ngga penting juga… coffeenya quite good but the cake… hmmmmm.. out lah…
Ngobrol2 bareng Maria, Lisa, Kevin, lalu Willian dan Mariska joined us. Jadi rame dehhhh…


Perut keroncongan? Solusinya…? Ya makaaannnn hehehe.. Abis beli kue di Miss Maud buat temen di TOM yang mau di surprise in bdaynya, Maria, Lisa dan her boyfriend Christ ajak kita makan di CAPPRICIO Italian Restaurant di city juga.
Hhhhmmm… Ariefanos’ fav food! Yummy!




You know what… kita dipesenin Lage Chilli Mussel sama Maria… yang gilaaaa enak bangetttttttt!!!
Belum lagi pasta2nya… belum pernah gw makan pasta, yang ngga perlu gw bumbuin lagi… semua ud PASSSSSS! Hhhhmmm.. kenyangnya dan enaknyaaaa…
Pulang ke Jakarta gw niat mau bikin Chili Mussel… Doain ya… biar kejadian! Hehehe…
Hari ini pembukaan olympiade Beijing, niatnya pulang mau nonton… eh malah molor kekenyangan.

Today is the last day jalan2. Mulai besok, riko akan bawain seminar lagi. Kali ini sama Rm.Ari soal Kekayaan Gereja Katolik. Hhhmmm what a week full of adventure. Gw selalu punya konsep yang seperti ini kalau bepergian. Stay in one city and ikutin ritme hidup di sana… dan Puji Tuhan… Dia selalu memberikannya kepada gw.
Lebih dari segalanya… gw menikmati banyak berkat yang tidak pernah gw pikirkan sebelumnya.

Thank God for these 5 days. Kemarin kebayang… mau ngapain ya 1 mgg ke depan… ternyata waktu emang berdetik dan matahari memang timbul tenggelam… 5 hari berlalu.
Tomorrow… back to the Seminar!

to be continued..
Notes from Perth: It Will Never be The Same (part 3 - the end)

Quotes by Women who inspire my life.

"My philosophy is that not only are you responsible for your life, but doing the best at this moment puts you in the best place for the next moment." (by Oprah Winfrey)

"Hidup benar di hadapan Tuhan. Percayalah... apa yang kau buat pasti berhasil!"
(by my mom)


"Spread love everywhere you go: first of all in your own house. Give love to your children, to your wife or husband, to a next door neighbor. Let no one ever come to you without leaving better and happier. Be the living expression of God's kindness; kindness in your face, kindness in your eyes, kindness in your smile, kindness in your warm greeting."
(by Mother Teresa)