Saturday, December 13, 2008

Persahabatan Bagai Kepompong

Semalam gw datang ke satu pertemuan yang mengingatkan naik turunnya persahabatan gw dengan satu sahabat lama gw.

Kami ketemu saat kami masuk ke FK tahun 1991 sebagai anak baru. Kegiatan kuliah, hang out, ngafe, bulu tangkis, belajar bareng jadi kegiatan kami bersama. Sampai tahun 1995 kami berdua pergi ke satu retreat bersama dan sejak itu kami berdua tambah dekat.
Setelah itu banyak naik turun kehidupan kami yang membuat kami berdua makin dekat, nyaris tak terpisahkan.

Tetapi seperti judul lagu yang lagi beken… Persahabatan bagai Kepompong.. ada masanya kami ada di satu kondisi di mana persahabatan terasa selesai dan tidak mungkin dapat disambung lagi. Semua kedekatan yang terjadi seperti punah dan tidak ada artinya lagi.
Saat2 itu persahabatan kami memang jadi seperti kepompong yang buruk rupa, ‘dormant’ stage dan ngga tahu kapan berubahnya. Kami tidak bermusuhan, tapi kami tidak juga saling bicara selama 7 tahun penuh…
Jujurnya.. gw melewatkan pernikahan gw dengan tidak mempunyai MoH krn selama ini gw berpikir, dia yang akan jadi MoH gw.. (thanks to Sianita yang bersedia jadi Bride’s Maid gw.. hehehe..)

Tetapi apa yang gw alami semalam membuat gw banyak merefleksikan persahabatan ini.
Gw memuji Tuhan buat 17 tahun pertemanan dan persahabatan yang terjalin diantara kami… and yes.. we’ve been through a lot! Up and down moments in our lives.
Dan di waktu2 ini, 1 tahun yang lalu kami kembali bicara, saling memaafkan dan kembali ada dalam kehidupan masing-masing.
Waktu dan segala yang terjadi mendewasakan kami. Mungkin persahabatan kami tidak seperti dahulu, di mana kami bisa saling nginap satu sama lain dan ngobrol sampe jam 5 pagi di telpon… di masa2 kuliah kami. Tapi melewati 12 tahun kedekatan kami, 1 hal yang pasti… semua terjadi untuk mendewasakan kami.


Persahabatan bagai kepompong. Yang berproses dan hari ini menjadi indah dan dewasa. Mudah-mudahan menjadi berkat bagi sesama… :-)

Quotes by Women who inspire my life.

"My philosophy is that not only are you responsible for your life, but doing the best at this moment puts you in the best place for the next moment." (by Oprah Winfrey)

"Hidup benar di hadapan Tuhan. Percayalah... apa yang kau buat pasti berhasil!"
(by my mom)


"Spread love everywhere you go: first of all in your own house. Give love to your children, to your wife or husband, to a next door neighbor. Let no one ever come to you without leaving better and happier. Be the living expression of God's kindness; kindness in your face, kindness in your eyes, kindness in your smile, kindness in your warm greeting."
(by Mother Teresa)